JAKARTA – JJ Gabriel menjadi pusat perhatian sejumlah klub besar Eropa setelah masa depannya bersama Manchester United mulai dipertanyakan.
Real Madrid dan Barcelona disebut telah menggelar pembicaraan dengan pihak Gabriel dalam 48 jam terakhir untuk membahas kemungkinan kepindahannya.
Pembicaraan tersebut dilaporkan berlangsung positif ketika kedua raksasa Spanyol itu mulai meningkatkan pendekatan terhadap talenta muda Manchester United.
Situasi tersebut muncul setelah Gabriel secara resmi meminta agar pendaftaran akademinya bersama Manchester United dibatalkan.
Sky Sports juga melaporkan Gabriel ingin meninggalkan United dan meminta statusnya dihentikan agar dapat menjadi pemain bebas.
Manchester United masih memiliki hak untuk menolak permintaan tersebut sehingga proses perpindahan Gabriel ke klub Inggris lain tidak berlangsung sederhana.
Aturan Premier League menyebut pembatalan registrasi pemain muda membutuhkan kesepakatan klub, pemain, serta orang tua atau wali.
Jika ketiga pihak gagal mencapai kesepakatan, Premier League dapat mengambil keputusan yang mengikat mengenai status pemain tersebut.
Gabriel akan genap berusia 16 tahun pada 6 Oktober 2026, yang menjadi tanggal penting dalam perkembangan saga masa depannya.
Usia tersebut berpotensi membuka peluang bagi Gabriel untuk mempertimbangkan klub Eropa, meski perpindahan pemain di bawah 18 tahun tetap tunduk pada regulasi FIFA.
Status kewarganegaraan Irlandia yang dimiliki Gabriel menjadi faktor penting karena memberikan akses sebagai warga Uni Eropa setelah Brexit.
Namun, perpindahan internasional pemain di bawah umur tetap membutuhkan persetujuan FIFA serta pemenuhan ketentuan mengenai pendidikan dan kesejahteraan pemain.
Real Madrid dan Barcelona kini disebut telah menyiapkan jalur pengembangan untuk Gabriel apabila kesepakatan berhasil tercapai.
Gabriel berpotensi lebih dahulu bergabung dengan tim pengembangan seperti Real Madrid Castilla atau Barcelona Atletic sebelum mendapat integrasi bertahap dengan tim utama.
Chelsea tetap menjadi salah satu klub Inggris yang dikaitkan kuat dengan Gabriel dalam persaingan mendapatkan tanda tangannya.
Selain Chelsea, sejumlah klub besar Eropa seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Munich juga dilaporkan ikut memantau perkembangan pemain tersebut.
Manchester United masih berusaha mempertahankan Gabriel melalui pembicaraan yang melibatkan CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox.
Pelatih Michael Carrick sebelumnya meminta agar perhatian utama tetap diberikan kepada kesejahteraan Gabriel karena sang pemain masih berusia 15 tahun.
Carrick mengatakan, “Kami harus sedikit berhati-hati dalam menyikapi masalah ini karena dia masih anak laki-laki berusia 15 tahun.”
Carrick juga menekankan pentingnya perhatian dan perlindungan terhadap Gabriel di tengah sorotan besar mengenai masa depannya.
Di lapangan, Gabriel memiliki catatan impresif setelah mencetak hat-trick dalam debutnya di UEFA Youth League bersama Manchester United.
Ia juga telah mencatat dua gol dan dua assist di Premier League 2 pada awal musim ini.
Performa tersebut melanjutkan perkembangan pesat Gabriel sejak bergabung dengan akademi Manchester United dan menjadi pemain muda dengan penghargaan Jimmy Murphy Young Player of the Year.
Manchester United kini berada dalam situasi yang rumit karena peluang mempertahankan Gabriel harus berhadapan dengan minat serius dari klub-klub elite Eropa.
Tanggal 6 Oktober menjadi momentum penting karena Gabriel akan mencapai usia 16 tahun dan opsi perpindahan ke Eropa dapat menjadi semakin relevan.
Untuk sementara, Gabriel masih berstatus pemain akademi Manchester United dan belum ada kepastian mengenai klub yang akan menjadi tujuan berikutnya.
Namun, keterlibatan langsung Real Madrid dan Barcelona membuat persaingan mendapatkan Gabriel semakin terbuka menjelang ulang tahunnya yang ke-16.***