JAKARTA – Tidak semua makanan dan minuma dapat dipanaskan dengan microwave. Microwave dikenal sebagai salah satu peralatan dapur paling praktis untuk hari-hari sibuk. Alat ini efisien, tidak memerlukan pemanasan awal, dan serbaguna. Namun, tidak semua makanan aman dipanaskan dengan microwave. Beberapa justru menimbulkan risiko keselamatan atau merusak kualitas makanan.
Dikutip dari Better Homes and Gardens (6/1/2025), Meredith Carothers, spesialis keamanan pangan USDA, dan Sarah Brekke, M.S., Manajer Better Homes & Gardens Test Kitchen, memaparkan sejumlah makanan dan bahan yang sebaiknya tidak dipanaskan di microwave:
Makanan dan Minuman
- Cabai mentah: Kandungan capsaicin bisa berubah menjadi uap yang mengiritasi mata dan saluran pernapasan.
- Telur bercangkang: Tekanan uap dapat membuat telur meledak.
- Anggur: Berpotensi menimbulkan percikan api akibat medan elektromagnetik.
- Sisa makanan goreng tepung/minyak: Lapisan tepung menjadi lembek, kehilangan kerenyahan.
- Daging beku: Memasak langsung menghasilkan tekstur keras dan kering.
- Minuman beralkohol: Alkohol mudah menguap dan bisa terbakar.
- Makanan kedaluwarsa: Berisiko kesehatan, meski metode pemanasan berbeda.
Bahan yang Harus Dihindari
Menurut USDA, beberapa bahan tidak boleh masuk microwave:
- Aluminium foil (kecuali pengecualian tertentu)
- Plastik sekali pakai (wadah mentega, karton yogurt)
- Wadah berbahan busa
- Barang logam (panci, kawat pengikat)
- Koran dan kantong kertas
- Piring dengan cat atau hiasan logam
- Wadah makanan dengan komponen logam
Tips Keamanan
USDA merekomendasikan uji sederhana untuk peralatan makan:
- Isi gelas ukur dengan air.
- Panaskan air bersama peralatan makan selama satu menit.
- Jika peralatan makan terasa hangat, berarti tidak aman digunakan di microwave.
Selain itu, jangan pernah menyalakan microwave dalam keadaan kosong. Energi yang tidak terserap dapat merusak perangkat.