JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan inspeksi mendadak di Pasar Ikan Fandoi, Biak Numfor, Papua, Selasa (13/1/2026).
Kunjungan Wapres ini untuk memantau aktivitas perdagangan ikan, rantai distribusi, dan fasilitas pendukung nelayan serta pedagang lokal.
Kedatangan Wapres disambut antusias warga yang telah menunggu sejak pagi, terlihat dari senyum hangat ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak, serta mereka sibuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel masing-masing.
Gibran tampil ramah mengenakan kemeja coklat muda berpadu dengan noken khas Papua saat menyapa masyarakat, menyalami warga, dan memenuhi permintaan foto bersama di setiap lapak yang dikunjungi.
Di area penjual sayuran, Wapres menanyakan harga cabai, “Satu kilogram (cabai) berapa?” dan menerima jawaban Rp100 ribu, sebelum membeli ikan baronang dan ikan panjang senilai Rp600 ribu di lapak pedagang lokal.
Sorakan warga, “Gibran, Gibran, Gibran,” terdengar menggema di pasar, sementara pedagang Musa Rumaropen menyatakan, “Kami sangat bangga bahwa Bapak Wapres bisa hadir di tengah-tengah pasar ikan, suatu kebanggaan bagi kami.”
Selain berinteraksi langsung dengan masyarakat, Gibran meninjau fasilitas cool storage Pasar Ikan Fandoi yang mampu menampung hingga 200 ton ikan dengan sistem pembekuan 10 ton menggunakan air blast freezer (ABF), yang dibangun sejak 2018 melalui program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu KKP dengan dukungan JICA.
Wapres menekankan pentingnya menjaga mutu hasil tangkapan nelayan sebagai syarat utama untuk memperluas pasar ekspor, “Mutu harus dijaga agar hasil perikanan nelayan dapat menembus pasar ekspor.”
Kadis Perikanan Biak Numfor, Effendi Igirisa, menyampaikan bahwa pengelolaan cool storage kini bekerjasama dengan PT Biak Ocean Seafood.
Pihaknya membeli ikan dari nelayan di Biak dan sekitarnya, dan telah mengekspor enam kontainer ikan ke Semarang selama tiga bulan pertama operasional.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, pengelola menambah armada kapal tangkap 54 GT, yang berdampak pada stabilitas harga ikan di pasar sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan, “Harga menjadi lebih stabil. Sehingga pendapatan nelayan meningkat,” jelas Effendi.***