JAKARTA – Legenda MotoGP, Valentino Rossi tengah menghadapi konflik keluarga yang memuncak ke ranah hukum. Perselisihan dengan sang ayah, Graziano Rossi, bukan soal uang semata, melainkan menyangkut hak asuh perwalian.
Rossi menuding pasangan ayahnya menarik dana sebesar €200.000 dari aset Graziano, terdiri atas €176.000 dari rekening bank dan €34.000 dalam bentuk tunai. Namun ia menegaskan, perkara ini bukan soal finansial. “Ini bukan tentang uang. Itu tidak penting. Saya sedih dan khawatir tentang ayah saya, yang darinya saya tidak lagi melihat atau mendengar kabar apa pun,” ujarnya kepada Corriere della Sera.
Latar Belakang Perwalian
Pada 2024, Valentino Rossi sempat ditunjuk sebagai wali ayahnya setelah Graziano dinyatakan rentan secara medis. Namun pada Maret 2025, pengadilan mencabut status tersebut setelah Graziano dinilai kembali kompeten secara mental untuk mengambil keputusan sendiri.
Sejak itu, hubungan keluarga semakin renggang. Rossi menilai hubungan romantis baru ayahnya menjadi pemicu keretakan. “Hubungan romantisnya telah menyebabkan keretakan total dalam keluarga. Tidak ada kontak lagi, seolah-olah kami adalah ancaman baginya,” ujar Rossi, dilansir dari Speedweek, Senin (19/1/2026).
Gugatan sebagai Upaya Terakhir
Rossi menekankan bahwa tindakannya semata-mata didorong oleh kepedulian. “Semua yang saya lakukan didasarkan pada rasa sayang kepadanya dan kekhawatiran bahwa dia tidak sehat,” ujarnya.
Ia menyebut gugatan terhadap rekan ayahnya sebagai langkah terakhir. “Saya mengejar masalah ini karena cinta. Tidak ada alasan lain. Situasi ini membuat saya dan semua orang sangat sedih,” tambahnya.