JAKARTA – Fadly Alberto, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas aksi tendangan kungfu yang dilakukannya dalam laga Elite Pro Acadmy (EPA) U-20 melawan Dewa United Banten U-20.
Insiden tersebut memicu sorotan luas publik dan menjadi perbincangann hangat di sepak bola nasional.
Melalui video terbuka di akun Instagram pribadinya, Fadly menyatakan, “Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20.” Ia secara khusus meminta maaf kepada Rakha Nurkholis, pemain yang menjadi korban, serta tim Dewa United. “Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis,” ujarnya.
Tak hanya kepada lawan, Fadly juga menyampaikan penyesalan kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ia mengakui tindakannya merugikan tim dan mencoreng nama baik klub. Selain itu, ia meminta maaf kepada Timnas Indonesia serta masyarakat luas karena perbuatannya dianggap mencoreng citra sepak bola nasional.
Insiden terjadi pada menit ke-81 laga di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), ketika wasit mengesahkan gol Dewa United yang diprotes keras Bhayangkara. Situasi memanas hingga berujung keributan besar di lapangan. Di tengah kekacauan, Fadly terekam kamera menendang punggung Rakha Nurkholis, aksi yang langsung menuai kecaman, termasuk dari PSSI.