JAKARTA – Harry Kane kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling tajam di dunia setelah sukses merebut Sepatu Emas Eropa untuk kedua kalinya dalam kariernya.
Striker andalan Bayern Munich itu menutup musim Bundesliga 2025/2026 dengan torehan 36 gol, menyamai pencapaian terbaiknya saat musim 2023/2024.
Produktivitas luar biasa tersebut membuat kapten timnas England National Football Team itu kembali menjadi pencetak gol paling mematikan di kompetisi elite Eropa sekaligus menjaga peluang untuk mengejar rekor yang selama ini didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Konsisten Tajam Sepanjang Musim
Sepanjang musim, Kane tampil sangat produktif dengan mencatatkan empat hattrick dan enam kali mencetak dua gol dalam satu pertandingan.
Jumlah 36 gol yang dibukukannya menjadi bukti konsistensi luar biasa sang striker yang terus menjadi andalan lini depan Bayern Munich.
Di belakang Kane, penyerang Erling Haaland hanya mampu mengoleksi 27 gol, terpaut cukup jauh dalam perburuan Sepatu Emas Eropa.
Sistem perhitungan penghargaan tersebut memang menggunakan bobot khusus berdasarkan tingkat kompetisi liga sehingga tidak hanya mengandalkan jumlah gol semata.
Meski demikian, dominasi Kane musim ini tidak membutuhkan bantuan faktor perhitungan tersebut karena jumlah golnya sudah cukup untuk mengungguli para pesaing.
Harry Kane Jadikan Messi dan Ronaldo Sebagai Motivasi
Dalam wawancara terbarunya dengan media olahraga Prancis L’Équipe, Kane mengaku bangga dapat kembali mengangkat trofi Sepatu Emas Eropa.
Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki arti besar karena hanya sedikit pemain yang mampu meraihnya lebih dari dua kali.
“Ini menjadi sumber kebanggaan bagi saya, terutama karena saya percaya hanya Ronaldo dan Messi yang pernah memenangkan penghargaan ini lebih dari dua kali. Saya menjadikan pencapaian seperti itu sebagai motivasi,” ujar Kane dikutip dari SB Nations.
Kane juga menegaskan bahwa keberhasilannya tidak mungkin diraih seorang diri.
“Penghargaan seperti Sepatu Emas Eropa tidak akan mungkin saya raih tanpa rekan setim, staf klub, dan semua orang yang membantu saya setiap hari. Sebagian besar kesuksesan ini juga milik mereka,” kata Kane.
Menyamai Legenda Bayern Munich
Dengan dua gelar Sepatu Emas Eropa yang telah diraih, Kane kini masuk dalam kelompok elite pemain yang mengoleksi penghargaan tersebut sebanyak dua kali.
Pemain berusia 32 tahun itu sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia, termasuk Gerd Müller dan Robert Lewandowski.
Sementara itu, posisi teratas masih ditempati Messi dengan enam trofi Sepatu Emas Eropa, disusul Ronaldo yang mengoleksi empat gelar.
Favorit Kembali Menjadi Raja Gol Bundesliga
Memasuki musim 2026/2027, Kane diprediksi masih menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar top skor Bundesliga.
Sejumlah bursa taruhan internasional bahkan menempatkan Kane sebagai unggulan utama untuk meraih Sepatu Emas Bundesliga keempat secara beruntun.
Jika mampu mempertahankan performa impresifnya, peluang Kane untuk merebut Sepatu Emas Eropa ketiga sekaligus semakin mendekati rekor Messi dan Ronaldo terbuka lebar.
Kini, tantangan terbesar sang bomber bukan lagi sekadar menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga, melainkan mengukir namanya sejajar dengan dua ikon terbesar sepak bola modern yang selama bertahun-tahun mendominasi panggung dunia.***