JAKARTA – Arab Saudi pada Sabtu (6/6/2026) mengecam serangan rudal yang dilancarkan Iran terhadap wilayahnya dan negara tetangga Kuwait. Kedua negera Teluk itu dilaporkan berhasil mencegat total tujuh rudal yang ditembakkan.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan. “Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan baru yang dilancarkan Republik Islam Iran terhadap Kerajaan Bahrain dan negara sahabat Kuwait,” demikian bunyi pernyataan itu, dilansir Türkiyetoday. “Agresi terang-terangan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan kedua negara,” tambahnya.
Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim serangan rudal itu menargetkan fasilitas militer AS, termasuk Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait dan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. IRGC menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas serangan pesawat tak berawak AS terhadap menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan fasilitas lain di Sirik, Iran selatan.
Teheran juga memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut terhadap Iran dapat memicu respons yang lebih luas. Ancaman untuk menutup Selat Hormuz kembali dilontarkan, menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menangani sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dunia.
Ketegangan regional tetap tinggi sejak serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Meskipun gencatan senjata sempat diberlakukan, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih tahan lama terus terhambat oleh konfrontasi militer berulang dan retorika keras dari semua pihak.