JAKARTA – Ketajaman otak dan kuatnya daya ingat tidak semata-mata ditentukan oleh usia atau faktor genetik. Rutinitas harian, khususnya pada pagi hari, justru memegang perang penting dalam menjaga kinerja kognitif tetap optimal. Mulai dari pola sarapan hingga aktivitas ringan setelah bangun tidur, kebiasaan kecil ini mampu membantu otak bekerja lebih efisien, mengurangi rasa kantuk, serta meningkatkan konsentrasi.
Berikut tiga kebiasaan sederhana yang direkomendasikan untuk menjaga otak tetap segar dan siap menghadapi aktivitas sepanjang hari:
1. Pilih Sarapan Tinggi Protein dan Serat
Sarapan merupakan sumber energi utama bagi otak setelah berjam-jam berpuasa saat tidur. Namun, menu sarapan tinggi lemak seperti gorengan atau nasi uduk justru dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis, sehingga tubuh mudah lemas dan sulit fokus.
Sebagai alternatif, pilih menu yang lebih seimbang seperti oatmeal dengan buah, telur rebus, atau yoghurt yang dipadukan dengan kacang-kacangan. Kandungan protein dan serat pada makanan tersebut dicerna lebih lambat, membantu menjaga energi tetap stabil, sekaligus mendukung fungsi otak secara optimal. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa sarapan tinggi protein berkontribusi pada peningkatan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir sepanjang pagi.
2. Penuhi Nutrisi Penting Otak dan Cukupi Asupan Cairan
Agar dapat bekerja maksimal, otak memerlukan nutrisi khusus, salah satunya asam lemak omega-3. Kandungan DHA dan EPA dalam omega-3 berperan penting dalam memperlancar aliran darah ke otak, mendukung pembentukan sel saraf, serta meningkatkan kemampuan memori dan fokus. Ikan seperti kembung, sarden, dan salmon merupakan sumber omega-3 yang mudah dijumpai di Indonesia.
Selain nutrisi, hidrasi juga tidak boleh diabaikan. Dehidrasi ringan—kehilangan cairan tubuh sekitar 1–2 persen—sudah cukup untuk menurunkan konsentrasi, memicu sakit kepala ringan, dan memengaruhi suasana hati. Mengawali hari dengan minum setidaknya dua gelas air putih dapat membantu “membangunkan” otak dan membuat pikiran terasa lebih jernih.
3. Jalan Kaki Pagi dan Biasakan Fokus pada Satu Aktivitas
Olahraga berat bukan satu-satunya cara menjaga kesehatan otak. Jalan kaki selama 15–30 menit di pagi hari, terutama sambil terkena sinar matahari, sudah memberikan manfaat signifikan. Aktivitas ini meningkatkan aliran darah ke otak, merangsang produksi serotonin dan vitamin D alami, serta membantu meningkatkan fokus dan mengurangi stres.
Selain itu, usahakan menghindari multitasking di pagi hari. Melakukan banyak hal sekaligus justru membebani otak dan menurunkan efektivitas kerja. Dengan membiasakan diri fokus pada satu tugas dalam satu waktu, otak dapat bekerja lebih efisien dan tidak cepat lelah.
Menerapkan ketiga kebiasaan ini secara konsisten dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan otak. Mulailah dari rutinitas pagi yang lebih sehat—pikiran lebih segar, produktivitas meningkat, dan hari pun terasa lebih ringan. Tak ada kata terlalu dini untuk menjaga ketajaman otak, di usia berapa pun.