MILAN, ITALY – Insiden menegangkan mewarnai laga Cremonese kontra Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Italia, Senin (2/2/2026) dini hari WIB, dalam lanjutan Liga Italia musim 2025–2026. Pertandingan yang seharusnya menjadi panggung persaingan sengit justru sempat berubah mencekam akibat ulah suporter.
Pada menit ke-48, sebuah flare atau petasan dilempar dari tribun pendukung Inter Milan dan meledak di dekat gawang Cremonese. Ledakan itu mengenai kiper tuan rumah, Emil Audero. Penjaga gawang yang juga membela Timnas Indonesia tersebut langsung terjatuh ke rumput, tampak kesakitan setelah suara dentuman keras mengguncang area penalti dan asap tebal mengepul di sekitarnya.
Tim medis Cremonese bergegas masuk lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Di sisi lain, para pemain Inter Milan, termasuk sang kapten Lautaro Martinez, mendekati tribun suporter mereka, mencoba meredakan situasi agar tidak semakin memanas.
Audero sempat mengalami gangguan pendengaran sementara akibat ledakan tersebut. Beruntung, setelah pemeriksaan singkat, ia dinyatakan cukup fit untuk melanjutkan pertandingan. Meski begitu, raut wajahnya masih menunjukkan rasa tidak nyaman. Pertandingan sendiri sempat dihentikan beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali oleh wasit.

Insiden belum berhenti di situ. Pelaku pelemparan flare dilaporkan telah teridentifikasi. Media Italia Tuttomercatoweb menyebut suporter Inter yang melakukan aksi berbahaya itu justru mengalami cedera serius. Saat mencoba menyalakan atau melempar petasan lain, benda tersebut meledak di tangannya sendiri hingga menyebabkan beberapa jarinya putus.
“Pelaku mengalami cedera serius saat menangani petasan lain yang meledak di tangannya, mengakibatkan hilangnya beberapa jari. Ia dibawa ke rumah sakit dan akan ditangkap setelah keluar,” tulis laporan Tuttomercatoweb.
Pelaku kini dirawat di rumah sakit setempat di bawah pengawasan aparat. Polisi telah mengantongi identitasnya dan siap melakukan penangkapan begitu kondisi medisnya memungkinkan. Ia terancam hukuman pidana serta larangan seumur hidup memasuki stadion.

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan perilaku itu sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai klub maupun mayoritas suporter Nerazzurri. Pihak klub pun terancam sanksi dari otoritas Serie A, mulai dari denda besar, penutupan sebagian tribun, hingga pembatasan jumlah suporter dalam laga tandang.
Terlepas dari insiden serius itu, pertandingan tetap berakhir untuk kemenangan Inter Milan dengan skor 2-0. Gol-gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski memastikan tiga poin bagi tim tamu sekaligus memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras tentang bahaya penggunaan flare ilegal di stadion. Di tengah semangat sepak bola yang seharusnya menyatukan, satu tindakan ceroboh justru bisa mengancam keselamatan pemain dan mencoreng wajah olahraga itu sendiri.