Rilis dokumen besar-besaran terkait kasus Jeffrey Epstein, yang dikenal sebagai “Epstein Files”, terus menimbulkan gejolak di kancah internasional. Sejauh ini ada delapan tokoh dunia yang mengundurkan diri dari jabatan mereka karena terkait dengan Epstein dan disebut dalam dokumen tersebut.
Daftar Tokoh yang Mengundurkan Diri/Kehilangan Jabatan
1. Pangeran Andrew (Inggris)
Dicabut gelar dan kehormatan kerajaan oleh saudaranya, Raja Charles III. Ini bukan pertama kalinya Andrew terseret; sebelumnya, ia sudah kehilangan dukungan kerajaan karena wawancara BBC yang kontroversial di mana ia mengaku tidak menyesal berteman dengan Epstein.
2. Miroslav Lajcak (Slovakia)
Mengundurkan diri sebagai penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia Robert Fico. Lajcak tidak dituduh melakukan kejahatan, tapi foto dan email yang terungkap menunjukkan pertemuannya dengan Epstein pasca-pembebasan dari penjara. Fico menerima pengunduran diri tersebut pada 31 Januari 2026.
3. Peter “Lord” Mandelson (Inggris)
Mantan Komisioner Perdagangan Eropa dan duta besar Inggris untuk AS, mengundurkan diri dari Partai Buruh dan House of Lords. Dokumen baru menunjukkan ia menerima pembayaran dari Epstein dua dekade lalu. Perdana Menteri Keir Starmer mendesaknya untuk bersaksi di AS.
4. Joanna Rubinstein (Swedia)
Mengundurkan diri dari jabatan ketua UNHCR Swedia (Badan PBB untuk Pengungsi). Ironisnya, keahliannya mencakup perlindungan anak, tapi namanya muncul dalam dokumen terkait Epstein.
5. Caroline Lang (Prancis)
Mantan aktris dan anak mantan Menteri Kebudayaan Prancis Jack Lang, mundur sebagai kepala produser film Serikat Produksi Independen (SPI).
6. George Mitchell (Amerika Serikat)
Mantan senator AS, dihapus dari salah satu institut di Queen’s University Belfast, Irlandia Utara.
7. Larry Summers (Amerika Serikat)
Profesor dan mantan Presiden Harvard University serta Menteri Keuangan AS, berhenti mengajar di Harvard, mundur sebagai direktur Mossavar-Rahmani Center, dan keluar dari Dewan Direksi OpenAI.
8. Mohamed Waheed Hassan (Maladewa)
Mantan presiden Maladewa, mundur sebagai Utusan Khusus Presiden Mohamed Muizzu.
Apa Itu Epstein Files?
Epstein Files merujuk pada koleksi lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video dari investigasi federal terhadap Jeffrey Epstein, miliarder AS yang bunuh diri di penjara pada 2019 sambil menunggu sidang atas tuduhan perdagangan seks anak.
Dokumen ini mencakup email, foto, log penerbangan, buku kontak, dan bukti dari kasus-kasus di Florida (2006) dan New York (2019), serta investigasi terkait Ghislaine Maxwell, rekannya yang divonis 20 tahun penjara.
Rilis dokumen ini diwajibkan oleh Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada November 2025, yang memerintahkan Departemen Kehakiman AS (DOJ) untuk merilis semua dokumen terkait Epstein secara transparan.
Namun, DOJ hanya merilis sebagian kecil hingga akhir 2025, memicu kritik bipartisan. Pada 30 Januari 2026, DOJ akhirnya merilis batch besar: 3 juta halaman, termasuk nama-nama seperti Bill Clinton, Donald Trump, Elon Musk, Bill Gates, dan banyak lainnya.
Meski banyak nama muncul, tidak semua terkait kejahatan. Sebagian besar adalah kontak sosial atau bisnis, tapi kemunculan mereka memicu spekulasi dan tuntutan akuntabilitas. DOJ menyatakan rilis ini adalah yang terakhir, tapi kritik terus mengalir karena masih ada redaksi besar-besaran untuk melindungi korban.
