Federasi Otomotif Internasional (FIA) kini berpacu dengan waktu untuk memadamkan sengketa teknis terkait regulasi mesin baru F1 2026. FIA menargetkan masalah ini selesai sebelum balapan pembuka di Melbourne, Australia, bulan depan, demi menghindari perselisihan yang berujung ke meja hijau.
Akar Masalah: Perdebatan Rasio Kompresi
Kontroversi ini bermula dari regulasi mesin 2026 yang menurunkan batas rasio kompresi maksimum dari 18:1 menjadi 16:1. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan teknologi mesin agar pabrikan baru seperti Audi dan Ford tertarik bergabung.
Namun, tim pesaing menemukan celah yang mengkhawatirkan. Saat ini, kepatuhan mesin hanya diukur saat mesin dalam kondisi dingin (mati). Muncul tuduhan bahwa Mercedes dan Red Bull Powertrains menggunakan material khusus yang dapat mengembang saat mesin panas (beroperasi), sehingga secara otomatis meningkatkan rasio kompresi di lintasan.
Jika benar, keunggulan ini diperkirakan mencapai 0,3 detik per lap, atau setara dengan selisih 17 detik dalam satu jarak balapan penuh—sebuah keuntungan yang sangat besar di dunia F1.
Tim yang Bertikai
Ketegangan di paddock pun terbagi menjadi dua kubu:
-
Kubu Penggugat: Ferrari, Honda, dan Audi telah mengajukan keberatan resmi. Red Bull yang awalnya netral dikabarkan kini ikut bergabung dengan pihak yang menentang Mercedes.
-
Kubu Tertuduh: Bos Mercedes, Toto Wolff, menegaskan mesinnya legal dan meminta rival untuk fokus pada urusan masing-masing. CEO McLaren, Zak Brown, membela Mercedes dengan menyebut polemik ini hanyalah “politik tipikal F1” dan meyakini mesin tersebut telah lolos semua tes yang ada.
Langkah FIA Selanjutnya
Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis, mengakui bahwa para insinyur F1 sangat cerdas dalam mencari celah. FIA berkomitmen untuk memperketat prosedur pengujian agar pengukuran dilakukan saat suhu tinggi, bukan hanya saat mesin dingin.
“Kami ingin memastikan persaingan terjadi di lintasan, bukan di ruang sidang,” tegas Tombazis.
Tantangan terbesarnya adalah mesin-mesin ini sudah melalui proses homologasi (disahkan), sehingga perubahan fisik pada perangkat keras hampir mustahil dilakukan dalam waktu singkat. FIA kini fokus memperbaiki cara interpretasi aturan sebelum bendera start dikibarkan pada 8 Maret mendatang di Australia.