JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai aparat yang berakar kuat dari rakyat dan selalu hadir untuk melindungi masyarakat di seluruh penjuru negeri.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peresmian serentak 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dan kedekatan Polri dengan rakyat.
“Jadi sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat dan jadi harus selalu menjadi tentara rakyat, polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat.”
“Itu yang saya selalu anjurkan dan sekarang pimpinan-pimpinan Polri menghayati itu,” ujar Presiden Prabowo di hadapan jajaran pejabat dan perwira tinggi Polri.
Presiden menilai keunikan Polri tidak terlepas dari akar sejarah perjuangan bangsa Indonesia, di mana kepolisian terbentuk dalam situasi revolusi kemerdekaan sehingga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan berbeda dari institusi serupa di negara lain.
Menurutnya, rasa cinta rakyat terhadap bangsa merupakan fondasi utama bagi ketahanan nasional karena kepercayaan dan kedekatan inilah yang melahirkan kekuatan negara.
“Keselamatan suatu bangsa, keamanan suatu bangsa terletak dalam cintanya rakyat terhadap bangsanya.”
“Rakyat cinta kepada bangsa, negara kuat. Dan polisi dan tentara adalah wujud dari suatu bangsa. Yang pertama dilihat oleh rakyat di tempat terpencil, polisi dan tentara,” tegasnya.
Prabowo juga menyoroti pentingnya penghayatan terhadap sumpah dan tanggung jawab moral sebagai aparat negara agar TNI dan Polri terus menjaga keteladanan, disiplin, dan pelayanan kepada masyarakat.
Atas pengabdian yang terus dilakukan, Kepala Negara menyampaikan apresiasinya kepada dua institusi keamanan tersebut.
“Saya terima kasih TNI dan Polri, sungguh saya terima kasih. Saya bangga,” ucapnya.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, antara lain Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko Polhukam Djamari Chaniago.
Lalu Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta Kepala BPOM Taruna Ikrar.***
