LAMPUNG – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan pentingnya pengabdian prajurit TNI kepada masyarakat saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Setya Pandya Cakti di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa kekuatan bangsa sangat bergantung pada kebersamaan TNI dan rakyat. Karena itu, tidak boleh ada prajurit yang melukai hati masyarakat.
Sjafrie menekankan bahwa pembinaan yang diterima para prajurit sejatinya bersumber dari jerih payah rakyat. Negara memang hadir membina mereka, tetapi sumber daya tersebut berasal dari kontribusi masyarakat. Oleh sebab itu, prajurit wajib membalasnya dengan dedikasi dan sikap yang selalu mendekatkan diri kepada rakyat.
“Negara memang bertugas untuk membina kamu. Tapi ingat, negara membina kamu itu adalah hasil jerih payah rakyat. Jadi kita harus membalas jasa rakyat kepada kita,” Katanya
Ia juga menggarisbawahi bahwa kedekatan TNI dan rakyat harus dijaga tanpa kompromi. Prajurit harus memosisikan diri sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.
“Karena itu saya minta kepada kalian, jangan ada satu orang prajurit yang menyakiti hati rakyat. Kamu harus menjadi keluarga besar rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara TNI dan rakyat akan menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kalau kamu bersama rakyat, maka kita akan kuat menghadapi berbagai ancaman, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Paham ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sjafrie mengapresiasi kemampuan para prajurit yang telah menjalani berbagai pelatihan. Ia mendorong agar keterampilan tersebut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di sekitar satuan mereka. Ia juga mengakui adanya inisiatif positif dari Yonif TP 848 dalam mendukung warga sekitar.
“Itu yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Dan saya juga sudah melihat bahwa kamu banyak mempunyai pekerjaan yang bisa membantu rakyat di sekelilingmu,” bebernya.
Salah satu bentuk pengabdian itu, lanjutnya, adalah membantu mengurangi potensi kerawanan di lingkungan sekitar markas. Ia mengingatkan bahwa lokasi saat ini hanya bersifat sementara sebagai area persiapan sebelum kepindahan ke pangkalan baru.
“Kamu bisa membantu mengurangi kerawanan yang terjadi di sekeliling tempat tinggalmu. Tempat ini adalah marshalling area,” ungkapnya.
“Kamu tidak akan lama tinggal di sini, tetapi akan pindah ke pangkalan yang baru. Dan pangkalan yang baru itu adalah hasil jerih payah rakyat. Kamu bersyukur sudah menjadi prajurit yang dipersiapkan tempat tinggal yang mumpuni dan bagus,” tutupnya.
Kunjungan ini menjadi pengingat bagi seluruh prajurit TNI agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta hubungan harmonis dengan rakyat, sejalan dengan prinsip pertahanan semesta yang mengandalkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara.