JAKARTA – Harapan Prancis menutup Piala Dunia 2026 dengan hasil positif pupus setelah takluk 4-6 dari Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga di Miami, Minggu (19/7/2026) pagi WIB.
Kekalahan itu menjadi penutup pahit era Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis sekaligus hasil terburuk Les Bleus di Piala Dunia sejak edisi 2014.
Di tengah kekalahan tersebut, Kylian Mbappé tetap mencuri perhatian lewat dua gol yang mengangkat koleksi golnya menjadi 10 sepanjang turnamen.
Catatan itu membuat Mbappé memimpin persaingan Sepatu Emas dengan keunggulan dua gol atas Lionel Messi yang baru memainkan partai final.
Pencapaian tersebut juga menyamai torehan Gerd Müller yang mencetak 10 gol pada Piala Dunia 1970.
Mbappé sekaligus menjadi pemain Real Madrid pertama yang menorehkan 10 gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Jika berhasil mempertahankan posisi teratas, Mbappé akan menjadi pemain pertama yang dua kali meraih penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia.
Inggris tampil agresif sejak awal meski melakukan banyak rotasi pemain dibandingkan susunan terbaik mereka.
Jalannya Laga
Declan Rice membuka keunggulan Inggris pada menit ketiga melalui tendangan dari luar kotak penalti.
Ezri Konsa menggandakan skor menjadi 2-0 lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-18.
Mbappé sempat mengancam, tetapi penyelamatan Konsa di garis gawang menggagalkan peluang tersebut.
Bukayo Saka kemudian memperbesar keunggulan Inggris menjadi 3-0 setelah memanfaatkan rapuhnya lini belakang Prancis.
Saka kembali mencetak gol sebelum turun minum sehingga Inggris memasuki jeda dengan keunggulan telak 4-0.
Bek anyar Real Madrid, Ibrahima Konaté, menjalani starter pertamanya di turnamen ini.
Konaté hanya memenangi satu dari empat duel sebelum ditarik keluar saat turun minum.
Prancis bangkit selepas jeda berkat perubahan strategi dan pergantian tiga pemain sekaligus.
Mbappé memperkecil ketertinggalan melalui penyelesaian akhir yang tenang.
Bradley Barcola kemudian mencetak gol kedua Prancis beberapa menit berselang.
Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 4-3.
Momentum kebangkitan Prancis akhirnya terhenti menjelang akhir pertandingan.
Malo Gusto menjatuhkan Djed Spence di kotak penalti sehingga wasit menghadiahkan penalti untuk Inggris.
Jude Bellingham menyerahkan kesempatan menendang penalti kepada Bukayo Saka.
Saka sukses menjalankan tugasnya dan melengkapi trigol sekaligus membawa Inggris unggul 5-3.
Ousmane Dembélé sempat memperkecil skor menjadi 5-4 pada masa tambahan waktu.
Namun Bellingham akhirnya mencetak gol balasan lewat serangan balik cepat untuk memastikan kemenangan Inggris 6-4.
Gelandang Prancis Aurélien Tchouaméni tidak dimainkan karena masih menjalani pemulihan cedera hamstring.
Didier Deschamps memilih tidak mengambil risiko terhadap kondisi pemain Real Madrid tersebut.
Kursi pelatih tim nasional Prancis kini diperkirakan segera beralih kepada Zinedine Zidane.
Legenda Prancis itu diproyeksikan memulai debutnya pada September saat menghadapi Turki di UEFA Nations League.***