JAKARTA – Lima korban tenggelamnya KM Nurul Salsa berhasil ditemukan selamat pada hari keempat operasi pencarian di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar.
Keberhasilan ini menjadi kabar menggembirakan di tengah upaya Tim SAR gabungan yang masih menyisir lokasi tenggelamnya kapal di Sulawesi Selatan.
Korban yang ditemukan selamat ialah Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Diska (7), dan Sri Ardita (17).
Kelimanya ditemukan setelah terlihat mengapung di laut oleh kapal nelayan yang sedang melintas di sekitar Pulau Matallang.
Para korban mengaku mampu bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong milik nelayan hingga akhirnya ditemukan.
Penemuan tersebut dilakukan oleh KMN Sinar Matoanging 04 yang beroperasi di sekitar perairan Pulau Matallang.
Informasi mengenai keberadaan para korban kemudian diteruskan Ketua HNSI, Iwan Darmawan Aras, kepada Tim SAR.
Basarnas Makassar segera mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk mengevakuasi kelima korban menuju lokasi penanganan.
Seluruh korban langsung dibawa untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan proses pendataan lebih lanjut.
“Setelah dievakuasi, para korban akan mendapatkan penanganan medis serta pendataan lebih lanjut,” ujarnya, Minggu, 19 Juli 2026.
Basarnas menilai keberadaan rompong nelayan menjadi faktor penting yang membantu para korban bertahan di tengah lautan.
Kemampuan bertahan hidup tersebut membuat peluang penyelamatan tetap terbuka hingga Tim SAR menemukan mereka.
“Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya,” ujarnya.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lain yang belum ditemukan.
Penyisiran dilakukan di laut serta wilayah yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus.
KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Banteng Selayar pada Rabu, 16 Juli 2026 pagi.
Sekitar lima jam perjalanan, kapal diterjang cuaca buruk hingga mengalami kerusakan dan akhirnya tenggelam.
Hingga saat ini, sebanyak 52 penumpang dinyatakan selamat dari total 78 orang di dalam kapal.
Satu korban ditemukan meninggal dunia, sedangkan 20 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR gabungan.***