Warga Jalan Lapangan Bola, Kranji, Kota Bekasi mendadak dibuat penasaran oleh kehadiran sebatang tanaman eksotis di salah satu pekarangan rumah kontrakan pada Sabtu (18/7/2026). Sekilas, penampakannya sangat mencolok dan menyerupai bunga bangkai raksasa: memiliki kelopak merah marun keunguan yang lebar meruncing dengan tongkol (batang bunga) menjulang pucat di bagian tengahnya.
Namun, ada satu keanehan. Berbeda dengan kerabat liarnya di hutan Sumatra, tanaman misterius di Bekasi ini sama sekali tidak menebarkan bau busuk yang menyengat. Ukurannya pun tergolong minimalis.
Teka-teki itu akhirnya dijawab oleh sang pemilik lahan, Warsini. Ia mengungkapkan bahwa tanaman tersebut bukanlah bunga liar langka, melainkan pohon Suweg. Bibitnya sengaja dibawa oleh sang suami, Juari, langsung dari kampung halamannya di Pacitan, Jawa Timur, untuk ditanam di pekarangan tersebut.
Masih Satu Sepupu dengan Bunga Bangkai
Berdasarkan data dari BRMP Tanaman Aneka Umbi (UPT Badan Perakitan & Modernisasi Pertanian, Kementan RI), Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) memang masih berada dalam satu garis silsilah keluarga besar bunga bangkai (Amorphophallus). Itulah mengapa bentuk bunganya menipu mata dan kerap dikira sebagai bunga Rafflesia oleh orang awam.
Keunikan Suweg terletak pada siklus hidupnya. Bunganya yang eksotis justru baru akan muncul ke permukaan secara mandiri tepat setelah daun-daun hijaunya layu dan mati. Di dalam tanah tempatnya berpijak, tanaman ini menyimpan umbi berukuran raksasa yang kaya akan manfaat.
Mengulik Manfaat Suweg: Si Superfood Lokal
Jangan melihat Suweg hanya dari kulit umbinya yang kasar. Di balik penampilannya, umbi ini menyimpan amunisi nutrisi tingkat tinggi yang membuatnya layak menyandang gelar superfood lokal.
Dilansir dari Detikcom, Suweg memiliki Indeks Glikemik yang rendah (berada di angka sekitar 50). Artinya, karbohidrat di dalamnya diserap secara perlahan oleh tubuh, sehingga aman karena tidak memicu lonjakan gula darah secara mendadak.
Kaya akan kandungan serat khusus bernama Glukomanan. Serat ini bekerja efektif memberikan efek kenyang yang bertahan lebih lama di perut, sekaligus menyehatkan sistem pencernaan.
Trik Menjinakkan Rasa Gatal pada Suweg
Meski berstatus makanan super, umbi Suweg mentah memiliki mekanisme pertahanan diri berupa kandungan kristal kalsium oksalat. Zat inilah yang kerap memicu rasa gatal menyengat di kulit maupun di dalam mulut jika salah diolah.
Namun jangan khawatir, cara menjinakkannya ternyata sangat sederhana:
-
Kupas dan iris tipis-tipis umbi Suweg.
-
Rendam irisan tersebut di dalam air garam selama beberapa saat.
-
Setelah dibilas bersih, umbi siap direbus atau dikeringkan dengan aman tanpa menyisakan rasa gatal.
Jika masyarakat zaman dulu hanya memanfaatkan Suweg rebus sebagai teman pendamping minum kopi di pagi hari, kini pemanfaatannya sudah jauh lebih modern. Umbi Suweg yang telah dikeringkan dapat digiling menjadi tepung alternatif yang gluten-free (bebas gluten). Tepung lokal berdaya saing tinggi ini sangat cocok diolah menjadi bahan baku brownies premium, kue kering (cookies), hingga campuran adonan mi sehat.