JAKARTA – Korps Marinir TNI AL memberikan pembekalan khusus dalam pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pasukan Marinir 1 (Pasmar 1). Ciri khas marinir seperti disiplin dan ketahanan menjadi nilai tambah yang membedakan program ini dari pelatihan cadangan lainnya.
Menurut Kolonel (Mar) Rana Karyana, Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, pembekalan ini menanamkan karakter unggul marinir. Poin-poin kunci yang disampaikan meliputi:
- Penanaman karakter disiplin tinggi dan loyalitas untuk komitmen jangka panjang.
- Pembentukan mental pantang menyerah dan adaptif terhadap tekanan.
- Dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan untuk meningkatkan kemandirian.
- Penguatan soliditas tim (esprit de corps) meskipun peserta berasal dari latar belakang ASN.
- Penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara.
“Terkait pembekalan khusus dari Marinir, tentu ada nilai tambah yang menjadi ciri khas Korps Marinir, antara lain penanaman karakter disiplin tinggi dan loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah dan adaptif terhadap tekanan, dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan, penguatan soliditas tim (esprit de corps), serta penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” ungkap Kolonel Rana.
Nilai tambah ini disesuaikan dengan karakter ASN, sehingga pelatihan tetap aman dan terukur. Fasilitas marinir digunakan dengan penyesuaian, termasuk pengawasan ketat untuk menjamin keselamatan peserta.
Program Komcad ASN di Marinir bertujuan membentuk cadangan yang siap pakai. “Sehingga apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, Korps Marinir memperkuat peran ASN dalam pertahanan nasional. Para pengamat pertahanan menilai nilai tambah khas marinir akan meningkatkan efektivitas Komcad secara keseluruhan, terutama dalam konteks pertahanan wilayah laut.
Pelatihan di Pasmar 1 diharapkan menjadi tolok ukur nasional, serta mendorong partisipasi lebih luas dari kalangan sipil dalam upaya bela negara.