TEL AVIV, ISRAEL – Kementerian Kesehatan Israel merilis data terbaru mengenai dampak serangan balasan Iran yang terus berlangsung. Sejak operasi militer gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dipicu pada akhir Februari lalu, setidaknya 1.929 warga Israel telah dievakuasi ke rumah sakit.
Lonjakan korban terjadi dalam 24 jam terakhir dengan tambahan 157 pasien baru, menandai eskalasi signifikan di medan pertempuran.
Rincian terbaru menunjukkan sembilan korban dalam kondisi kritis, 42 lainnya luka sedang, dan 70 orang mengalami luka ringan.
Tim medis darurat disebut masih terus merawat para korban luka di tengah gempuran yang belum mereda. Sirene serangan udara kembali meraung di berbagai wilayah Israel pada Minggu pagi, memperingatkan warga akan rudal yang datang dari Iran. Meski demikian, militer Israel mengklaim tidak ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa dalam gelombang serangan pagi itu.
Efektivitas Iron Dome Dipertanyakan
Deretan data korban ini memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome yang selama ini dibanggakan. Para analis militer menilai bahwa kegagalan mencegat sejumlah rudal Iran menjadi sinyal bahwa sistem pertahanan Israel mulai menunjukkan kemandulan.
Analisis dari World Israel News mengungkapkan bahwa meskipun tingkat intersepsi mencapai 87,5 persen, sekitar 12,5 persen rudal berhasil menembus pertahanan, menghantam infrastruktur strategis dan area padat penduduk . Dalam sebuah insiden di Beit Shemesh, sebuah rudal Iran dilaporkan menghantam sinagoge, menewaskan sembilan warga dan melukai hampir 30 lainnya . “Ini adalah rentetan rudal paling mematikan yang pernah dialami Israel dari Iran,” demikian analisis yang dimuat dalam publikasi tersebut .
Media Israel melaporkan bahwa militer menanggapi setidaknya empat gelombang rudal dalam waktu lima jam. Peringatan sempat diaktifkan di sebagian besar wilayah utara, selatan, dan tengah Israel, termasuk Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba. Komando Pertahanan Dalam Negeri sempat memerintahkan warga untuk berlindung di ruang aman sebelum akhirnya izin keluar diberikan.
Lebanon dan Iran: Perang Meluas, Ribuan Jiwa Melayang
Di luar perbatasan Israel, dampak perang meluas secara dramatis. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai setidaknya 394 orang. “Termasuk 83 anak-anak di antara mereka yang tewas,” demikian pernyataan resmi kementerian, seraya menambahkan bahwa 1.130 orang lainnya menderita luka-luka .
Sementara itu, di Iran, serangan balasan AS dan Israel telah menimbulkan kehancuran besar. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, dalam sebuah unggahan di media sosial mengungkapkan data mengerikan. “Lebih dari 1.200 orang tewas sejak 28 Februari,” ujarnya.
Angka tersebut, menurut pernyataan yang dikutip dari berbagai sumber, terdiri dari 200 anak-anak dan 200 wanita. Data terpisah dari Anadolu Ajansı bahkan menyebutkan jumlah warga sipil Iran yang tewas telah melampaui 1.330 jiwa, termasuk sekitar 300 anak-anak, dengan ribuan rumah dan fasilitas umum hancur akibat bombardir .
Konflik ini dipicu oleh operasi militer AS-Israel yang menargetkan fasilitas dan tokoh kunci di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan gelombang rudal dan drone tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke aset-aset AS di kawasan Teluk .