Duo Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, menyambut positif hasil Sprint Race Grand Prix China setelah keduanya berhasil mengamankan podium ganda untuk Scuderia Ferrari. Dalam balapan sepanjang 19 lap tersebut, keduanya terlibat dalam pertempuran sengit melawan sang pemenang, George Russell.
Aksi Hamilton dan Duel “Wheel-to-Wheel”
Lewis Hamilton, yang memulai balapan dari posisi ke-4, sempat melakukan manuver brilian untuk merebut pimpinan balap di lap pertama. Persaingan sempat memanas ketika Hamilton harus berduel satu lawan satu dengan rekan setimnya sendiri, Leclerc.
Keduanya melaju berdampingan (wheel-to-wheel) di tikungan-tikungan pembuka sebelum akhirnya Leclerc berhasil mengambil keunggulan dan finis kurang dari satu detik di belakang Russell.
“Saya cukup senang dengan balapan ini,” ujar Leclerc yang memulai dari posisi ke-6. “Kecepatan kami sangat kuat. Meski sempat kehilangan waktu karena duel internal, senang melihat race pace kami setara dengan Mercedes.”
Momen Krusial di Restart
Kehadiran Safety Car di akhir balapan memaksa para pembalap masuk ke pit untuk mengganti ban ke kompon soft. Namun, harapan Leclerc untuk menyalip Russell sirna akibat wheelspin saat keluar dari tikungan tajam 14 pada momen restart.
“Ban saya sedikit lebih dingin dari yang saya perkirakan,” jelas Leclerc. “Saya melihat George sempat kehilangan kendali sedikit dan saya pikir itu kesempatan saya. Saya mencoba agresif menekan gas, tapi ternyata daya cengkeram ban belakang saya sama buruknya, saya hampir saja melintir.”
Optimisme Hamilton Bersama Ferrari
Sementara itu, Hamilton berhasil mengamankan podium ketiga setelah menyalip Lando Norris di lap-lap terakhir. Meski sempat memimpin, Hamilton tetap merasa termotivasi dengan performa mobil Ferrari di bawah regulasi baru 2026.
“Terima kasih besar untuk tim. Kecepatan mereka (Mercedes) di lintasan lurus saat ini memang sedikit terlalu kencang, tapi saya memberikan perlawanan yang bagus,” kata Hamilton.
“Mobil tahun ini jauh lebih baik dari desain tahun lalu. Saya ikut dalam pengembangannya, jadi saya merasa jauh lebih bahagia. Finis ketiga memang bukan yang terbaik karena saya sempat memimpin, tapi saya akan berusaha lebih keras besok.”