JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor sawit rakyat sebagai pilar industri strategis nasional. Hal tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) bertajuk “Penguatan Petani Melalui Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai Langkah Awal Menuju Era Industri” yang digelar di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Program PSR dinilai menjadi solusi atas rendahnya produktivitas kebun rakyat yang saat ini hanya berkisar 2–3 ton CPO per hektare. Padahal, petani mengelola lebih dari 40 persen dari total 16 juta hektare lahan sawit di Indonesia.
Pendiri Rumah Sawit Indonesia, Sabri Basyah, menegaskan urgensi program tersebut. “Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan struktural,” ujarnya.
Kemitraan Inklusif dan Single Management
Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Seger Budiardjo, menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai aktor utama. Ia menyebut komoditas ini tidak hanya berkontribusi pada devisa, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas.
Sebagai langkah konkret, perusahaan mendorong model kemitraan inklusif dan konsep single management berbasis koperasi. Strategi ini dirancang untuk menciptakan pengelolaan kebun yang terkoordinasi tanpa menghilangkan peran petani sebagai pemilik lahan.
“Kami ingin memastikan keberlanjutan kebun rakyat melalui sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan,” tegas Seger. Ia menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi fondasi bagi perusahaan untuk bergerak secara nyata.
Sinergi Strategis
Forum ini juga menyoroti hambatan utama seperti legalitas lahan dan birokrasi yang kompleks. Sebagai upaya penyelesaian, PT Agrinas Palma Nusantara menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rumah Sawit Indonesia (RSI) untuk membangun kemitraan strategis dalam memperkuat industri sawit berbasis petani melalui pendekatan korporatisasi kelembagaan.
Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia, Kacuk Sumarto, menilai kolaborasi ini sebagai peristiwa bersejarah bagi industri sawit nasional. “Ini rekor,…, sebelumnya belum pernah ada,” ungkapnya dalam pesan singkat.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Dr. Mohammad Abdul Ghani, bersama Sekretaris Jenderal RSI, Yunita Sidauruk, mencakup analisis kelayakan, manajemen proyek, hingga pendampingan petani menuju industrialisasi.



