JAKARTA – Pertandingan sengit antara Arsenal dan Atletico Madrid dalam semifinal Liga Champions UEFA leg pertama tak hanya menyajikan duel taktik di lapangan, tetapi juga memicu ketegangan panas di luar permainan.
Pada laga Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, hasil imbang 1-1 yang tercipta membuat kedua tim masih memiliki peluang sama besar untuk melangkah ke final saat leg kedua digelar di markas Arsenal pekan depan.
Gol pembuka lahir dari titik putih melalui aksi Viktor Gyokeres sebelum disamakan oleh penalti Julian Alvarez tak lama setelah babak kedua dimulai.
Namun, sorotan justru bergeser ke insiden panas yang melibatkan bek Arsenal Ben White dan pelatih Atletico Madrid Diego Simeone usai laga berakhir.
Ketegangan bermula ketika White berjalan menuju lorong stadion dan secara tidak sengaja menginjak lambang klub Atletico, yang langsung memancing reaksi keras dari Giuliano Simeone, putra dari sang pelatih.
Situasi sempat mereda ketika Diego Simeone mencoba menarik anaknya menjauh, namun tindakan pelatih asal Argentina itu yang menepuk punggung White dengan cukup keras justru memicu emosi sang pemain.
White pun bereaksi dan terlibat adu argumen sengit dengan Simeone, menciptakan momen panas yang membuat pemain dari kedua tim turun tangan untuk meredakan situasi sebelum semakin memanas.
Insiden tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan hangat jelang leg kedua yang dipastikan berlangsung penuh tensi tinggi.
Di sisi lain, White juga terlibat dalam kontroversi penalti Atletico setelah bola yang memantul dari kakinya mengenai tangan, yang akhirnya diputuskan sebagai pelanggaran oleh wasit Danny Makkelie usai tinjauan VAR.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta menilai keputusan tersebut masih sesuai aturan, meski ia mengungkapkan kekecewaan terhadap pembatalan penalti untuk timnya di babak kedua.
“Jika aturan diterapkan seperti itu, kami harus menerimanya, tetapi keputusan yang membatalkan penalti kami sangat memengaruhi jalannya pertandingan dan itu tidak seharusnya terjadi di level ini,” tegas Arteta seperti dilansir Evening Standard.
Dengan tensi yang sudah memanas sejak leg pertama, duel di Emirates Stadium diprediksi tidak hanya menjadi pertarungan strategi, tetapi juga ujian mental bagi kedua tim dalam perebutan tiket final Liga Champions.***