Jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang pria dengan santainya berenang di kolam ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (16/6/2026) siang.
Aksi “anti-mainstream” di tengah terik matahari Jakarta ini langsung memancing kepanikan netizen. Pasalnya, kolam Bundaran HI bukanlah fasilitas umum untuk berenang, melainkan area terlarang yang dipenuhi instalasi kabel listrik bertegangan tinggi di dasarnya.
Respons Polisi: Utamakan Keselamatan
Mendengar kegaduhan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menyisir lokasi demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami berkoordinasi dengan Satpol PP Bundaran HI untuk menelusuri kejadian ini. Kami juga akan memperketat imbauan agar tidak ada warga yang melakukan aktivitas di kolam Bundaran HI selain petugas berwenang, murni karena alasan keselamatan,” tegas AKBP Braiel, Selasa (16/6).
Plot Twist: Terungkap Identitas Sang Perenang
Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk mengungkap siapa sosok misterius yang asyik berenang tersebut. Kasatpol PP Jakarta Pusat, Purnama, memberikan klarifikasi yang langsung meredakan kepanikan publik.
Ternyata, pria di dalam video tersebut bukanlah warga lokal yang sedang iseng atau mencari sensasi, melainkan petugas resmi dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Petugas PJLP tersebut sedang melakukan penyisiran rutin untuk merawat dan memeriksa kabel-kabel listrik bawah air.
Warning Keras: Nekat Berenang, Nyawa Taruhannya!
Meski pria dalam video adalah petugas resmi, Purnama menegaskan dan mewanti-wanti masyarakat umum agar jangan pernah sekali-kali meniru aksi tersebut. Kolam Bundaran HI menyimpan potensi bahaya maut yang tidak terlihat dari permukaan.
“Masyarakat umum ya jelas tidak boleh berenang di sana! Di bawah kolam itu kan banyak sekali instalasi kabel listrik. Kalau nekat, taruhannya nyawa, bisa langsung kesetrum di bawah itu,” pungkas Purnama mengingatkan.