JAKARTA – Bintang Timnas Iran, Mehdi Taremi, melontarkan kritik keras terhadap situasi yang dialami timnya di ajang Piala Dunia 2026 yang disebutnya penuh kekacauan dan tidak terorganisir.
Pemain berusia 33 tahun itu menilai persiapan Iran menghadapi turnamen global tersebut jauh dari ideal setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di laga pembuka Grup G.
Taremi mengungkapkan bahwa timnya harus menjalani perjalanan melelahkan antara Los Angeles dan Tijuana di Meksiko untuk agenda latihan dan pemulihan yang dinilai sangat membingungkan.
Ia menyebutkan, “FIFA mengatakan kami harus pergi karena ini bagian dari persiapan, kami harus recovery besok pagi lalu terbang ke Tijuana dan kembali lagi ke Los Angeles,” dikutip dari The Mirror US, Selasa.
Dalam pernyataannya, ia juga menyoroti buruknya komunikasi antara federasi, staf tim, dan pihak FIFA yang menurutnya memperburuk kondisi internal tim.
Taremi menegaskan, “Semua ini benar-benar seperti bencana bagi kami, tidak ada komunikasi yang baik dan banyak hal penting tidak berjalan sebagaimana mestinya.”
Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa timnya tidak ingin menjadikan situasi tersebut sebagai alasan dan tetap bertekad memberikan performa terbaik untuk publik Iran.
Ia juga mengonfirmasi bahwa Presiden Gianni Infantino sempat mengunjungi tim di Los Angeles dan disebut berupaya membantu kondisi yang terjadi di dalam skuad Iran.
Taremi menambahkan bahwa komunikasi dengan Infantino berjalan positif meski situasi yang terjadi tetap dinilainya kompleks dan penuh tekanan.
Iran selanjutnya dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di Los Angeles Stadium dalam laga penting fase grup kedua Piala Dunia.***