PYONGYANG, KORUT – Korea Utara kembali menguji ketahanan keamanan di kawasan dengan meluncurkan sepuluh rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Sabtu (waktu setempat). Peluncuran tersebut berlangsung di tengah berlangsungnya latihan militer gabungan tahunan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, Freedom Shield.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, rudal-rudal tersebut ditembakkan dari wilayah Sunan di dekat Pyongyang sekitar pukul 13.20 waktu setempat. Peluncuran ini terdeteksi pula oleh sistem pertahanan Kementerian Pertahanan Jepang, yang menyebutkan bahwa rudal diduga jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara tersebut.
Menanggapi situasi ini, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi langsung menginstruksikan jajarannya untuk mengumpulkan informasi secara cepat serta memastikan keselamatan seluruh pesawat dan kapal yang beroperasi di sekitar perairan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat peluncuran tersebut di wilayah Jepang.
Insiden ini menjadi peluncuran rudal balistik pertama Korea Utara ke Laut Jepang sejak 27 Januari lalu. Kala itu, proyektil serupa juga dilaporkan jatuh di luar ZEE Jepang. Media pemerintah Korea Utara keesokan harinya mengonfirmasi bahwa uji coba tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem peluncur roket multi-laras kaliber besar dengan teknologi mutakhir.
Latihan militer Freedom Shield sendiri digelar mulai Senin hingga Kamis pekan depan. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat respons kolektif aliansi AS-Korea Selatan serta meningkatkan kesiapan tempur menghadapi potensi ancaman keamanan di Semenanjung Korea.
Para pengamat menilai peluncuran rudal ini sebagai bentuk protes keras Pyongyang terhadap latihan militer yang dianggapnya sebagai pemanasan invasi. Situasi di kawasan diperkirakan akan terus memanas seiring dengan meningkatnya frekuensi uji coba senjata oleh Korea Utara di tengah ketegangan geopolitik yang berlangsung.