JAKARTA – Kebakaran melanda jalur ekspor minyak mentah di lapangan minyak Sharara, Libya. Perusahaan Minyak Nasional Libya (National Oil Corporation/NOC) memastikan aliran minyak segera dialihkan melalui pipa alternatif. “Langkah ini akan secara signifikan mengurangi kerugian,” kata perusahaan tersebut dilansir dari Sputnik, Rabu (18/3/2026), dengan minyak dialihkan melalui pipa El Feel menuju pelabuhan Mellitah dan fasilitas penyimpanan di Zawiya.
Meski produksi tetap berjalan dan tidak ada korban jiwa dilaporkan, para insinyur menyebut kepada Reuters bahwa produksi dihentikan secara bertahap menyusul ledakan. Proses pemeliharaan diperkirakan memakan waktu sekitar dua hari untuk menilai kerusakan.
Sharara, salah satu lapangan minyak terbesar di Libya dengan kapasitas produksi hingga 320.000 barel per hari, kerap mengalami gangguan sejak pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 yang menggulingkan Muammar Gaddafi.