Arus mudik Lebaran 2026 terpantau masih dalam kendali penuh pihak kepolisian. Meski sempat terjadi lonjakan volume kendaraan pada Sabtu siang di ruas KM 57 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, gerak cepat petugas melakukan rekayasa lalu lintas berhasil mencairkan kepadatan dengan efektif.
“Update terakhir, baik di jalan tol maupun arteri, semua terkendali. Tadi pukul 11.00 sempat ada peningkatan arus, namun rekayasa lalin yang kami terapkan mampu menjaga kelancaran,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Command Center KM 29.
Fokus Selanjutnya: Arus Balik dan Aglomerasi
Polri kini mulai menggeser fokus pada gelombang arus balik. Berdasarkan data distribusi kendaraan, diperkirakan 66% kendaraan akan bergerak dari Jawa Tengah, sementara sisanya sekitar 30-35% mengalir dari Jawa Barat.
Antisipasi khusus juga disiapkan untuk titik-titik aglomerasi yang diprediksi padat pasca-Lebaran, seperti Solo Raya, Semarang Raya, Jabodetabek, hingga Bali dan Malang Raya. Seluruh Polda telah menyiagakan pos pengamanan dan pos terpadu di lokasi-lokasi strategis, termasuk destinasi wisata dan pelabuhan penyeberangan.
Tol Japek II Selatan Jadi “Senjata Pamungkas”
Untuk menjamin kenyamanan pemudik arah Jawa Barat saat arus balik nanti, Polri berencana mengoptimalkan Tol Japek II Selatan. Jalur fungsional dari ruas Sadang hingga Setu ini telah melewati tahap uji coba dan siap dibuka penuh saat puncak arus balik melanda.
Catatan Prestasi Keselamatan
Di balik kelancaran arus, ada pencapaian yang membanggakan dari sisi kemanusiaan. Irjen Agus mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada angka kecelakaan sebesar 3,5%. Bahkan, tingkat fatalitas atau jumlah korban meninggal dunia berhasil ditekan hingga 27% dibanding tahun sebelumnya.
Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga saat ini juga dilaporkan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Dengan sinergi petugas di lapangan dan kepatuhan pengendara, Lebaran 2026 diharapkan terus berjalan aman dan nyaman hingga seluruh pemudik kembali ke perantauan.