JAKARTA – General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menegaskan timnya tidak boleh panik meski awal musim MotoGP 2026 berjalan sulit. Setelah kehilangan rekor podium 88 balapan beruntun di Thailand, Ducati kembali gagal mendominasi di Brasil, di mana Aprilia meraih finis 1-2 lewat Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Fabio di Giannantonio menjadi pelipur lara Ducati dengan finis ketiga, sementara Marc Marquez hanya mampu menutup balapan di posisi keempat.
“Grand Prix Brasil terbukti di bawah ekspektasi, berbeda dengan sesi kualifikasi yang brilian dan kemenangan di sprint race. Meski demikian, kami wajib menyempurnakan beberapa aspek dan terus bekerja dengan tekun, menjaga kesabaran dan ketenangan tanpa panik,” tulis Dall’Igna dalam laporan pascbalapan, dilansir dari Crash, Sabtu (28/3/2026).
Ia memuji tekad Marquez yang mampu memenangkan sprint meski belum sepenuhnya memahami motor, namun juga menyoroti kesalahan kritis Pecco Bagnaia di kualifikasi yang membuatnya start dari posisi ke-11. “Marc menghadapi kesulitan yang tidak biasa… Namun ia menunjukkan tekad luar biasa. Sementara Bagnaia melakukan kesalahan kritis di babak kualifikasi, dan di trek seperti ini, menyalip sangat sulit,” tambahnya.
Dall’Igna menekankan fokus Ducati kini adalah menemukan kembali performa andalan dan daya saing untuk kembali ke jalur kemenangan.