JAKARTA – Serangan balasan Iran ke wilayah Israel memicu kepanikan di parlemen Israel (Knesset). Sidang pleno yang tengah membahas anggaran pada Minggu (29/3/2026) terpaksa dihentikan setelah sirene peringatan berbunyi, memaksa para anggota parlemen mengungsi ke bunker.
Dilansir dari Anadolu, Senin (30/3/2026), siara langsung sidang yang ditayangkan televisi parlemen mendadak terputus ketika informasi mengenai peluncuran rudal dari Iran diterima. Sirene peringatan terdengar di berbagai wilayah, termasuk Yerusalem Barat, menyusul serangan rudal yang diluncurkan sebagai respons atas konflik yang tengah berlangsung.
Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara segera dikerahkan untuk mencegat rudal. Di wilayah selatan, terutama kawasan Negev dan kota Beersheba, sirene kembali berbunyi. Sejumlah pecahan rudal dilaporkan jatuh di beberapa titik, termasuk memicu kebakaran di kawasan industri Neot Hovav dekat Beersheba, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebabnya.
Layanan darurat Israel menyebut tidak ada korban jiwa, tapi sebuah rudal yang jatuh di area terbuka Beersheba menyebabkan 11 orang luka ringan akibat pecahan material. Sirene juga terdengar di Yerusalem Timur, Tepi Barat, serta kota-kota di Israel bagian tengah dan utara seperti Ashdod, Ramle, Haifa, dan Galilea.
Militer Israel menambahkan, serangan dilakukan secara simultan oleh Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon, meski sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Warga di wilayah terdampak diminta tetap berada di tempat perlindungan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.