SUMUT – Peristiwa mobil terjun ke jurang sedalam 20 meter di di Desa Tanjung Mulia, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, masih menjadi tugas berat bagi Tim Basarnas.
Pasalnya, sejak terjadi pada Senin (30/3/2026) malam pukul 23.00 WIB hingga saat ini, keberadaan mobil dan dua penumpang yang merupakan pasangan suami istri masih belum ditemukan oleh tim penyelamat.
Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan berbagai metode modern dan manual guna menelusuri lokasi kejadian yang sulit dijangkau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut diduga kuat terjadi akibat kendaraan kehilangan kendali saat melintas di jalur tersebut.
“Kendaraan yang membawa dua orang penumpang diduga kehilangan kendali dan terjun ke jurang yang berada di sekitar aliran sungai.”
“Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Basarnas untuk dilakukan operasi SAR,” kata Hery dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Identitas korban diketahui sebagai Rudi Simanjuntak (40) dan Risma Tumangger (39), pasangan suami istri yang berasal dari Kota Subulussalam, Aceh.
Selain korban, kendaraan dengan nomor polisi BK 1213 SP juga belum berhasil ditemukan hingga proses pencarian terakhir dilakukan.
Tim Basarnas Medan telah mengerahkan personel lengkap beserta peralatan canggih seperti drone thermal dan perlengkapan water rescue untuk mendukung operasi pencarian di medan ekstrem tersebut.
Hery menegaskan bahwa operasi SAR dilakukan secara terpadu dengan berbagai unsur guna memaksimalkan peluang menemukan korban dalam kondisi apa pun.
“Kami telah mengerahkan Tim Rescue lengkap dengan peralatan SAR, termasuk drone thermal dan peralatan water rescue.”
“Operasi ini dilakukan secara terpadu bersama unsur SAR gabungan dengan fokus utama pada keselamatan dan efektivitas pencarian. Namun, hingga akhir pencarian, tim belum menemukan keberadaan korban dan kami berharap korban dapat segera ditemukan,” jelas Hery.
Di sisi lain, Komandan Regu Golf Basarnas Medan, Romy Erwin Putra, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan mobil maupun korban di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis sungai yang sempit dengan arus deras menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
“Sampai saat ini, tanda-tanda mobil korban belum diketahui keberadaannya. Medan yang dihadapi sangat sulit karena sungainya menyempit dan arusnya deras. Selain itu, di bawah sungai terdapat air terjun sehingga tidak bisa dilalui menggunakan perahu,” ucap Romy.
Tim SAR pun mengambil langkah alternatif dengan metode penyelamatan air serta pemasangan jaring di sekitar area air terjun untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
“Langkah yang kami lakukan adalah menggunakan water rescue, memasang jaring di sekitar air terjun tersebut, serta melakukan asesmen terhadap lokasi kejadian,” tutup Romy.
Hingga saat ini operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan di tengah kondisi medan yang ekstrem dan penuh risiko.***