JAKARTA – Barcelona kembali menghidupkan perburuan striker baru untuk memperkuat lini depan jelang musim 2026–27 dengan membidik nama muda yang tengah naik daun, Christian Kofane.
Barcelona disebut siap bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan striker bernilai €70 juta atau setara Rp1,19 triliun tersebut yang kini tampil impresif bersama Bayer Leverkusen.
Barcelona sebelumnya menempatkan Julián Álvarez sebagai target utama, namun potensi kegagalan transfer membuat klub Catalan mulai mengalihkan fokus ke opsi alternatif yang tak kalah menjanjikan.
Menurut laporan yang berkembang, Arsenal masih berada di posisi terdepan dalam perburuan tanda tangan pemain berusia 19 tahun tersebut.
Agen sang pemain, Eric Depolo, mengonfirmasi adanya komunikasi dengan pihak Arsenal sekaligus menegaskan besarnya potensi Kofane di masa depan.
“Ya, memang ada kontak antara saya dan Arsenal. Namun saat ini fokus mereka adalah memenangkan liga — setelah itu semuanya akan berjalan dengan sendirinya.”
“Dia adalah pemain yang bernilai 100 juta euro. Dengan Kofane, Arsenal akan memiliki striker top untuk 10 tahun ke depan,” ungkap Eric dikutip dari World Soccer Talk, Kamis.
Meski Arsenal lebih diunggulkan, Barcelona tetap menjaga peluang dengan menyiapkan skenario jika gagal mengamankan Álvarez dari Atlético Madrid.
Nilai transfer Kofane yang berada di kisaran €60–70 juta menjadi pertimbangan serius bagi kedua klub besar Eropa tersebut.
Christian Kofane sendiri mencuri perhatian sejak awal kariernya yang berkembang pesat dari level junior hingga akhirnya menembus panggung sepak bola elite.
Setelah tampil gemilang bersama AS Nylon, ia direkrut Albacete untuk tim muda sebelum cepat naik ke tim utama dan mencatatkan delapan gol dari 20 laga.
Performa tersebut membuat Bayer Leverkusen berani menginvestasikan €5,25 juta untuk memboyongnya dan kini mulai memetik hasilnya.
Di musim debutnya bersama Leverkusen, Kofane tampil dalam 39 pertandingan dengan total 1.745 menit bermain.
Kontribusinya terbilang solid dengan torehan tujuh gol dan delapan assist yang menunjukkan kematangan permainan di usia muda.
Tak hanya soal angka, kemampuan kombinasi permainan dan visi menyerangnya menjadi nilai lebih yang membuatnya cepat menarik minat klub-klub elite.
Lonjakan performa tersebut berpotensi melipatgandakan nilai pasarnya hingga lebih dari 13 kali lipat dari harga awal pembeliannya.
Meski demikian, baik Barcelona maupun Arsenal masih mempertimbangkan risiko karena Kofane belum sepenuhnya teruji di level tertinggi.
Keputusan akhir akan sangat bergantung pada strategi masing-masing klub dalam membangun skuad jangka panjang.***


