YOGYAKARTA — Borneo FC Samarinda berhasil mengamankan kemenangan pada laga uji coba perdana pramusim 2026. Berhadapan dengan Semen Padang di Yogyakarta, tim berjuluk Pesut Etam tersebut mengunci skor akhir 2-1 pada Minggu (9/8/2026) sore.
Dua gol kemenangan Borneo FC masing-masing disumbangkan oleh Varanda dan Astina. Hasil positif ini menjadi modal awal serta bahan evaluasi penting bagi jajaran pelatih sebelum memasuki persaingan di kompetisi resmi mendatang.
Pelatih Kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, menegaskan bahwa fokus utama pada pertandingan pramusim pertama ini bukan sekadar mengejar skor akhir, melainkan menilai proses adaptasi para pemain terhadap skema permainan, peningkatan kondisi fisik, serta penguatan taktik dan mentalitas bertanding.
Jeronimo menilai anak-anak asuhnya sudah menunjukkan iktikad baik untuk saling memahami peran di lapangan, meski secara keseluruhan tim masih berada dalam tahap awal pembentukan.
“Saya pikir ini merupakan ujian yang baik bagi kita. Ini adalah pertandingan pertama pramusim. Kita masih di awal. Para pemain mencoba memahami bagaimana kita seharusnya bermain, mereka berusaha untuk terhubung satu sama lain, mereka meningkatkan kemampuan fisik mereka, taktik teknis mereka – begitu banyak aspek yang berbeda,” kata Jeronimo usai laga.
Ia juga mengapresiasi perkembangan positif dari segi komitmen dan komunikasi para pemain di lapangan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pijakan awal yang solid untuk membangun kedalaman skuad.
“Saya pikir dari sudut pandang mentalitas, sikap, komunikasi, saya rasa saya sudah melihat perbaikan yang sangat baik. Dan ini adalah langkah pertama, jadi kita dapat mulai membangun semua komponen lainnya,” lanjut pelatih asal Portugal tersebut.
Kendati berhasil memetik kemenangan, Jeronimo mencatat sejumlah catatan kritis yang perlu segera dibenahi. Ia menyoroti pentingnya menjaga konsistensi permainan, baik saat menguasai bola (fase menyerang) maupun saat kehilangan bola (fase bertahan).
Menurut Jeronimo, kejelmaan strategi transisi permainan serta efektivitas high pressing (tekanan tinggi) sudah mulai terlihat, namun konsistensi di empat momen utama permainan (attacking, defending, defensive transition, offensive transition) masih perlu dimaksimalkan.
“Kita harus memperbaiki segalanya. Kita harus meningkatkan cara kita menyerang dengan bola, kita harus meningkatkan kemampuan kita untuk menekan bola. Kita juga perlu meningkatkan kualitas permainan tersebut dalam keempat momen yang berlangsung, karena kita masih berada di tahap awal,” jelasnya.
“Saya sudah melihat beberapa aspek menarik dalam transisi, dalam situasi tekanan tinggi, tetapi tetap saja, kita harus meningkatkan banyak aspek, namun di semua komponen,” pungkas Jeronimo.
Kemenangan atas Kabau Sirah — julukan Semen Padang — diyakini memberi dorongan psikologis yang positif bagi skuad Pesut Etam. Jajaran pelatih Borneo FC dipastikan bakal melanjutkan program evaluasi menyeluruh terkait fisik, taktik, dan teknis sebelum tim diturunkan pada kompetisi resmi.


