CEO McLaren Racing, Zak Brown, secara terbuka menyatakan bahwa pintu timnya “terbuka sangat lebar” bagi Max Verstappen jika sang juara dunia empat kali itu berniat membelokkan kariernya di masa depan. Pernyataan mengejutkan ini tetap dilontarkan Brown meski Verstappen baru saja menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang bersama Red Bull hingga akhir 2030.
Sebelum akhirnya berkomitmen kembali dengan Red Bull, Verstappen diketahui sempat menggelar diskusi intensif dengan Brown untuk menjajaki masa depannya di grid Formula 1.
Meskipun di atas kertas kontrak Verstappen berlaku hingga 2030, klausa performa dalam perjanjian tersebut tetap memberi celah bagi pembalap asal Belanda itu untuk hengkang lebih awal—terutama jika Red Bull tak kunjung keluar dari krisis performa.
Peluang ini bisa menjadi karpet merah bagi kepindahannya ke McLaren di masa mendatang, walau Brown harus membuat keputusan berat untuk melepas salah satu pembalap utamanya saat ini, Lando Norris atau Oscar Piastri.
“Pintu selalu terbuka lebar untuk Max, entah itu untuk musim 2028, 2029, atau tahun berapa pun. Saya sangat menikmati proses mengenal dirinya dan akan sangat senang bisa bekerja sama dengannya suatu hari nanti,” ungkap Zak Brown saat diwawancarai media Belanda, De Telegraaf.
Sisi Lain Verstappen yang Memikat Hati Bos McLaren
Dalam wawancara tersebut, Brown membeberkan kesan mendalam usai berdiskusi langsung dengan Verstappen sepanjang musim panas lalu. Pria asal Amerika Serikat itu bahkan tak segan memuji kepribadian sang pembalap yang dinilainya sangat berbeda dari persepsi publik selama ini.
“Jika saya harus memilih satu kata untuk menggambarkannya sekarang, itu adalah kata yang tak pernah terpikirkan sebelum kami berbincang, yaitu: mempesona (charming). Saya berani bertaruh tidak banyak orang yang mengenal dekat dirinya akan memakai kata itu. Namun saya benar-benar terkesan. Dia adalah pembalap sejati,” puji Brown.
Brown menyamakan kapasitas teknis dan fokus mendalam Verstappen dengan sosok pembalap veteran Fernando Alonso. Ketertarikan Verstappen pada program GT3 hingga pemahamannya mengenai detail mekanis mobil menjadi poin plus yang membuat Brown kian kepikat.
“Pembicaraan kami memang lebih bersifat penjajakan untuk saling mengenal, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun saya pulang dengan kesan yang jauh lebih luar biasa dari perkiraan awal. Saya merasa: ‘Saya benar-benar bisa turun berbalapan bersama orang ini’, karena sejujurnya, saya benci bertarung melawan dia di lintasan,” pungkas Brown.