Lewis Hamilton tak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya usai sesi kualifikasi F1 Grand Prix Azerbaijan 2026. Juara dunia tujuh kali tersebut menuding perubahan rencana mendadak dari garasi Ferrari di penghujung Q3 menjadi biang kerok yang merusak peluangnya meraih posisi start terbaik.
Hamilton harus puas mengawali balapan Sabtu dari urutan keenam setelah mencatatkan waktu yang terpaut jauh—lebih dari 1,3 detik—dari mantan rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang tampil dominan menyabet pole position.
Kekecewaan Hamilton kian bertambah karena Charles Leclerc, rekan setimnya sendiri di Ferrari, justru sukses mengamankan posisi kedua usai memanfaatkan bantuan angin (tow) dari mobil Hamilton di lintasan lurus Baku.
“Ini kualifikasi yang cukup buruk lagi bagi saya. Bukan karena kurang berusaha; Q1 dan Q2 sebenarnya berjalan cukup baik. Namun saat masuk Q3, tim mengubah rencana,” ungkap Hamilton dengan nada kecewa kepada Sky Sports F1.
Gagal Eksekusi Tow dan Unggulnya Mesin Mercedes
Hamilton membeberkan bahwa Ferrari mendadak mengubah strategi dari yang semula dijadwalkan dua kali flying lap menjadi hanya satu kali uji coba dengan menunda waktu keluar pit. Posisi mobilnya yang berada di depan Leclerc membuatnya tak memiliki kendaraan lain untuk membelah angin (tow).
Di sirkuit jalan raya Baku yang mengandalkan trek lurus panjang, kehilangan tow menjadi kerugian yang sangat masif.
“Daripada melakukan dua kali run, kami malah diminta menunggu. Dan karena saya berada di depan Charles, tidak ada mobil di depan saya untuk memberikan tow. Itu saja sudah memangkas waktu yang lumayan besar. Namun bagaimanapun juga, kami memang tak sanggup menandingi kecepatan Mercedes yang sangat kencang di trek lurus,” tambah sang veteran.
Ditanya mengenai peluang menembus podium pada balapan besok, Hamilton mengaku realistis namun tetap berkomitmen tampil habis-habisan.
“Menyalip atau sekadar menempel kecepatan mesin Mercedes di lintasan lurus besok bakal sangat berat, tapi saya akan memberikan segalanya,” tegasnya.
Leclerc Mengaku Kaget Selisih Jarak Terlalu Lebar
Meski terbantu tow dari Hamilton, Leclerc yang dikenal sebagai ‘spesialis pole‘ di Baku tetap tertinggal sangat telak 0,837 detik dari Russell. Pembalap asal Monako itu mengakui keunggulan telak yang dimiliki tim Panah Perak sepanjang akhir pekan ini.
“Jujur saja, lap terakhir saya sebenarnya cukup bagus. Lewis berada sekitar tiga atau empat detik di depan saya. Namun ketika melihat jarak waktu dengan George, rasanya lap saya masih jauh dari cukup,” aku Leclerc.
Leclerc menambahkan bahwa timnya sejatinya sudah memprediksi bakal kesulitan di Baku usai sesi latihan yang berat pada Kamis. Meski demikian, ia terkejut melihat margin waktu yang begitu lebar.
“Secara posisi, ini memang sesuai perkiraan kami. Namun jika melihat selisih waktunya, ini jauh lebih besar dari yang kami bayangkan. Kecepatan di trek lurus bukan kekuatan utama kami tahun ini, tapi simulasi bahan bakar penuh (high-fuel) di FP1 lumayan menjanjikan. Saya berharap itu terbukti di balapan besok,” tutup Leclerc.