BANDUNG — PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) akhirnya buka suara menyikapi hukuman larangan pendaftaran pemain (registration ban) yang dijatuhkan induk organisasi sepak bola dunia, FIFA. Manajemen mengonfirmasi sanksi tersebut murni berakar dari sengketa lama pada 2022 lalu bersama mantan pelatih Robert Rene Alberts, bukan karena pelanggaran baru.
Kabar mengejutkan dari otoritas tertinggi sepak bola internasional tersebut baru diketahui manajemen Maung Bandung dalam pembaruan data belakangan ini. Sontak, tim hukum Persib langsung bergerak cepat menelaah seluruh dokumen guna menentukan langkah hukum dan penyelesaian yang presisi.
“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat,” tulis manajemen PT PBB dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).
Sebagai klub dengan tata kelola profesional, Persib menegaskan sikap untuk tidak lari dari tanggung jawab. Manajemen memastikan penyelesaian sengketa keuangan atau administrasi dengan pelatih asal Belanda tersebut kini masuk dalam daftar prioritas utama.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan kesiapan klub untuk menuntaskan seluruh kewajiban sesuai prosedur resmi FIFA, sebagaimana penanganan sengketa yang pernah mereka selesaikan pada masa lalu.
“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya,” tegas pihak klub.
Minta Bobotoh Tenang: Registrasi Pemain Baru Aman
Menanggapi kepanikan publik dan pendukung setia mereka, manajemen mengimbau Bobotoh agar tetap tenang. Pihak klub menjamin sanksi administrasi dari FIFA tidak merusak peta jalan (*roadmap*) tim maupun komposisi skuad dalam menatap kompetisi musim 2026/2027.
Seluruh berkas pemain anyar yang direkrut untuk musim baru telah diproses dan diserahkan kepada operator kompetisi serta federasi sebelum sanksi berlaku efektif.
“Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan,” bunyi imbauan tersebut.
Dalam menghadapi dinamika hukum sepak bola modern, PT PBB menekankan pentingnya kepala dingin. Manajemen memilih bertindak rasional ketimbang emosional agar pemenuhan kewajiban di FIFA dapat berjalan selaras tanpa mengganggu target perburuan gelar juara.
“Kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Setiap persoalan perlu dilihat secara objektif, dipelajari secara menyeluruh, kemudian ditentukan langkah berdasarkan skala prioritas. Dengan begitu, kami dapat menyelesaikan apa yang harus diselesaikan tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan utama Persib,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Menutup keterangannya, Persib menegaskan kepatuhan penuh terhadap seluruh aturan regulator, baik di tingkat nasional maupun internasional. Manajemen berjanji akan terus memberikan pembaruan (update) secara transparan kepada publik begitu ada perkembangan signifikan dari proses penyelesaian kasus ini.


