JAKARTA – Coco Gauff kembali menunjukkan performa meyakinkan di National Bank Open Toronto dengan melaju ke perempat final tanpa kehilangan satu set.
Petenis Amerika Serikat itu menjadi unggulan keempat dan langsung mendapat bye pada babak pertama turnamen WTA 1000 tersebut.
Gauff kemudian melewati tiga pertandingan dengan kemenangan meyakinkan atas Kayla Day, Maria Sakkari, dan Alina Korneeva.
Pada babak kedua, Gauff menundukkan Kayla Day dengan skor 6-2, 7-5 dalam pertandingan yang berlangsung cukup ketat.
Ia kemudian tampil lebih dominan ketika menghadapi Maria Sakkari dan menang dua set langsung dengan skor 6-1, 6-4.
Langkah Gauff berlanjut setelah Alina Korneeva dikalahkan 6-3, 6-1 pada babak 16 besar National Bank Open.
Hasil tersebut memastikan Gauff menjadi salah satu dari delapan petenis terakhir tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen Toronto.
Pada perempat final, Gauff dijadwalkan menghadapi petenis Swiss Belinda Bencic dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.
Gauff datang dengan modal rekor pertemuan positif karena unggul 6-2 atas Bencic dalam delapan pertemuan sebelumnya.
Petenis berusia 22 tahun itu juga memenangi empat pertemuan terakhir melawan Bencic, termasuk dua kemenangan pada musim 2026.
Gauff mengalahkan Bencic di perempat final Miami dan kembali menang atas lawan yang sama pada babak 16 besar Wimbledon.
Namun, perjalanan Gauff sepanjang musim 2026 tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan karena ia masih menyimpan sejumlah kekecewaan.
Mengutip laporan Tennis World, Selasa (11/8/2026), salah satu bagian musim yang paling membuatnya kecewa adalah rangkaian turnamen tanah liat yang dinilainya belum menghasilkan performa terbaik.
“Ya, saya rasa begitu, saya berharap hasil saya di lapangan tanah liat bisa sedikit lebih baik,” kata Gauff saat mengevaluasi penampilannya.
Ia mengakui bahwa hasil di lapangan tanah liat membuatnya kurang puas meski secara keseluruhan merasa mengalami perkembangan sebagai pemain.
“Saya merasa sedikit kecewa dengan bagaimana semuanya berjalan,” ujar Gauff mengenai penampilannya pada musim tanah liat.
Meski demikian, Gauff menilai permainannya di permukaan lain menunjukkan perkembangan penting dibandingkan periode awal kariernya.
“Saya merasa ini adalah cara terbaik yang pernah saya jalani sejauh ini, terutama sebelum Cincinnati,” kata Gauff.
Ia juga melihat peningkatan tersebut dari performanya di Toronto yang dinilai lebih baik dibandingkan penampilannya pada awal turnamen sebelumnya.
“Saya merasa sedang menjadi pemain yang lebih baik dan orang-orang juga bisa melihat perkembangan itu,” tuturnya.
Gauff menyebut berkurangnya kesalahan dan beberapa aspek permainan sebagai tanda bahwa proses peningkatan performanya mulai membuahkan hasil.
Namun, kekalahan di final Roma menjadi salah satu hasil yang paling sulit diterimanya sepanjang musim 2026.
“Saya berharap bisa memenangkan sebuah gelar, dan menurut saya Roma adalah kekalahan yang paling terasa,” kata Gauff.
Ia merasa pertandingan tersebut membuatnya kembali melakukan sejumlah kebiasaan lama yang sebelumnya berusaha diperbaiki.
“Saya merasa kembali melakukan beberapa kebiasaan lama dalam pertandingan itu,” ujar Gauff ketika mengenang kekalahan di Roma.
Sebaliknya, perjalanan hingga semifinal Wimbledon memberikan pengalaman positif yang membuat keyakinan dirinya meningkat secara signifikan.
“Wimbledon merupakan langkah besar dalam karier saya,” kata Gauff mengenai pencapaiannya di Grand Slam tersebut.
Petenis Amerika itu kini ingin menjadikan pengalaman Wimbledon sebagai modal untuk mempertahankan momentum positif hingga akhir musim.
“Saya ingin terus mempertahankan momentum itu, terutama di permukaan yang lebih nyaman bagi saya,” ujarnya.
Gauff juga merasa pencapaian tersebut memperkuat keyakinannya bahwa dirinya memang layak bersaing di level tertinggi.
“Ini membuat saya semakin yakin bahwa saya pantas berada di posisi ini dan saya masih jauh dari mencapai puncak,” katanya.
Ia bertekad terus bekerja maksimal untuk mengembangkan kemampuan dan mendekati potensi terbaiknya sebagai petenis elite dunia.
Menghadapi Bencic di Toronto, Gauff diperkirakan kembali mengandalkan kecepatan, pertahanan, serta kemampuan mengubah pola permainan.
Bencic dikenal memiliki pukulan datar dan agresif sehingga Gauff perlu menjaga konsistensi agar tidak kehilangan kendali dalam reli panjang.
Bencic sebelumnya menilai pergerakan Gauff membuat lapangan terasa lebih sempit bagi lawan karena setiap bola mampu dikembalikan.
Keunggulan mobilitas Gauff juga dapat memaksa Bencic memainkan lebih banyak pukulan sebelum memperoleh peluang menyelesaikan poin.
Meski demikian, servis masih menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki Gauff sebelum menghadapi petenis Swiss tersebut.
Persentase servis pertama dan jumlah double fault yang terkadang meningkat dapat menjadi celah yang berusaha dimanfaatkan Bencic.
Kemampuan Bencic dalam mengembalikan servis membuat Gauff dituntut tampil lebih presisi sejak awal setiap gim.
Pertandingan ini juga berpotensi berlangsung panjang karena beberapa pertemuan terakhir kedua pemain harus ditentukan melalui tiga set.
Secara psikologis, Gauff memiliki keuntungan karena empat kemenangan beruntun atas Bencic dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
Namun, kondisi fisik, tingkat kelelahan, konsentrasi, serta kemampuan mempertahankan intensitas akan menjadi faktor penting dalam pertandingan tersebut.
Jika mampu menjaga kualitas servis sekaligus mengurangi kesalahan sendiri, Gauff memiliki peluang besar melanjutkan perjalanan menuju semifinal Toronto.
Performa di Toronto sekaligus menjadi kesempatan bagi Gauff membuktikan bahwa perkembangan positif setelah Wimbledon bukan sekadar momentum sesaat.
Dengan ambisi mengejar gelar dan memperbaiki hasil musim 2026, Gauff kini berada dalam posisi penting untuk mengubah kekecewaan menjadi motivasi.***


