JAKARTA – Liverpool kembali mendapat sorotan setelah gagal mempertahankan keunggulan dalam dua pertandingan pramusim secara beruntun.
Kekalahan terbaru terjadi saat Liverpool menjamu Monaco di Anfield dan harus menyerah 2-3 setelah sempat unggul dua gol.
Alexander Isak dan Florian Wirtz membawa Liverpool memimpin sebelum permainan The Reds menurun drastis setelah pergantian pemain.
Situasi tersebut mengingatkan pada kekalahan 2-4 dari Leeds United ketika Liverpool juga kehilangan kendali setelah tampil meyakinkan pada babak pertama.
Pelatih Andoni Iraola mengakui timnya belum mampu mempertahankan intensitas permainan dalam durasi penuh.
“Kami bermain bagus pada babak pertama, terutama selama 30 menit pertama, tetapi saat ini kami mungkin belum memiliki kemampuan untuk mempertahankan level tersebut,” ungkapnya seperti dikutip TEAMTalk.
Menurut Iraola, penurunan performa semakin terlihat ketika pemain mulai kelelahan dan sejumlah pergantian dilakukan.
“Dua pertandingan pramusim pertama kami menangkan, tetapi dalam dua pertandingan terakhir kami tidak mampu mempertahankan level yang diinginkan sepanjang laga.”
Pelatih asal Spanyol itu menilai Liverpool masih memiliki pekerjaan besar sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Begitu kami melakukan perubahan, para pemain mulai kelelahan dan kami tidak mampu mempertahankan level tersebut, jadi masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan.”
Catatan tersebut menjadi perhatian karena Liverpool sebelumnya menghabiskan hampir £90 juta atau sekitar Rp2,17 triliun untuk rekrutan musim panas.
Total investasi pemain Liverpool menjelang musim 2025-26 bahkan telah menembus lebih dari £400 juta atau sekitar Rp9,64 triliun.
Namun, besarnya pengeluaran belum sepenuhnya menjawab persoalan kedalaman skuad, terutama di sektor pertahanan.
Liverpool masih menghadapi masalah kebugaran karena Joe Gomez, Conor Bradley, dan Giovanni Leoni disebut belum tersedia.
Jeremy Jacquet yang baru direkrut juga belum mendapatkan kesempatan tampil dalam rangkaian pertandingan pramusim Liverpool.
Kondisi itu membuat kebutuhan tambahan pemain bertahan tetap menjadi perhatian utama manajemen di bawah kendali FSG.
Di tengah persoalan tersebut, masa depan Curtis Jones juga kembali menjadi pembicaraan karena Inter Milan masih menunjukkan ketertarikan.
Gelandang berusia 25 tahun itu memasuki tahun terakhir kontraknya bersama Liverpool dan belum mencapai kesepakatan mengenai perpanjangan masa kerja.
Fabrizio Romano menyebut Inter masih memasukkan Jones sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini tengah mereka.
“Curtis Jones tetap menjadi target Inter untuk posisi gelandang, tetapi saat ini mereka belum mendekati kesepakatan untuk merekrutnya.”
Liverpool disebut meminta £34 juta atau sekitar Rp819,1 miliar sebagai syarat untuk melepas Jones pada musim panas ini.
“Masih terdapat perbedaan penilaian, sementara Liverpool tidak mengubah harga €40 juta atau £34 juta, dan mereka tidak akan membuka pembicaraan jika angka tersebut tidak terpenuhi.”
Dengan kurs terkini, nilai €40 juta berada di kisaran Rp818,7 miliar, sehingga tuntutan Liverpool masih berada di level yang hampir sama dengan angka poundsterling tersebut.
Inter Milan sendiri belum bersedia memenuhi banderol tersebut dan masih berada pada angka penawaran yang lebih rendah.
Situasi itu membuat transfer Jones belum memasuki tahap final meski namanya telah lama berada dalam daftar incaran klub Italia tersebut.
Romano juga menyebut Inter perlu menjual sejumlah pemain terlebih dahulu sebelum memiliki ruang finansial untuk mendatangkan Jones.
Bagi Liverpool, situasi tersebut memberikan posisi tawar yang cukup kuat karena klub tidak tampak terburu-buru melepas pemainnya dengan harga di bawah valuasi.
Bagi Jones, ketidakpastian kontrak memasuki fase penting karena masa depannya di Anfield dapat ditentukan dalam beberapa pekan mendatang.
Kondisi pramusim Liverpool pun menjadi pekerjaan rumah besar bagi Iraola karena tim harus memperbaiki konsistensi sebelum memasuki pertandingan kompetitif.***


