JAKARTA — Bursa calon Ketua Umum PSSI periode 2027-2031 mulai menghangat. Erick Thohir belum memastikan akan kembali maju dalam pemilihan ketua umum PSSI, sementara nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Dudung Abdurachman disebut berpotensi ikut bersaing dalam Kongres PSSI 2027.
Erick mengaku masih mempertimbangkan langkahnya untuk kembali memimpin PSSI. Menteri BUMN itu mengatakan keputusan untuk maju tidak akan diambil secara sepihak karena dirinya akan lebih dulu berkonsultasi dengan pemerintah dan FIFA.
“Kalau mengenai pencalonan saya, tentu saya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan pemerintah, juga dengan FIFA. Pada akhirnya, yang menentukan adalah masyarakat sepak bola,” ujar Erick.
Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2027-2031 dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027. Dalam proses tersebut, para voters atau pemilik suara di Kongres PSSI akan menjadi pihak yang menentukan siapa yang dipercaya memimpin federasi sepak bola Indonesia untuk periode berikutnya.
Erick pun tidak ingin terburu-buru menyatakan kesediaannya untuk kembali mencalonkan diri. Menurut dia, persoalan utama dalam pemilihan ketua umum bukan sekadar siapa yang ingin menduduki jabatan tersebut, melainkan sosok yang dinilai mampu memberikan kontribusi terbaik bagi sepak bola nasional.
“Ini bukan soal saya mau atau tidak, tetapi siapa yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” kata Erick.
Sikap tersebut membuat persaingan menuju Kongres PSSI 2027 masih terbuka. Selain Erick, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan bursa calon ketua umum, di antaranya AHY dan Dudung Abdurachman.
Kemunculan nama AHY dan Dudung menambah dinamika perebutan kursi tertinggi di PSSI. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai siapa saja yang nantinya benar-benar akan maju dan mendapatkan dukungan dalam proses pemilihan.
Di tengah mulai munculnya sejumlah nama tersebut, kepengurusan PSSI di bawah Erick Thohir selama ini banyak menaruh perhatian terhadap perkembangan Timnas Indonesia. Salah satu program yang cukup menonjol adalah kebijakan naturalisasi pemain untuk memperkuat skuad Garuda.
Program tersebut ikut membentuk ekspektasi tinggi publik terhadap performa Timnas Indonesia. Harapan suporter sempat membesar ketika skuad Garuda berhasil melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, perjalanan Timnas Indonesia kemudian terhenti setelah menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak. Hasil tersebut membuat peluang Indonesia melanjutkan perjuangan menuju Piala Dunia 2026 berakhir.
Situasi itu menjadi bagian dari catatan perjalanan kepengurusan Erick Thohir menjelang berakhirnya masa jabatan. Sementara itu, proses menuju pemilihan ketua umum baru pada 2027 diperkirakan akan menjadi perhatian, terutama dengan mulai munculnya sejumlah nama yang disebut berpotensi masuk dalam persaingan.
Erick sendiri menyerahkan keputusan akhir kepada para pemilik suara di Kongres PSSI. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih harus memiliki komitmen untuk membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
Dengan waktu menuju Kongres PSSI 2027 yang masih tersedia, peta persaingan masih sangat mungkin berubah. Kepastian mengenai pencalonan Erick, AHY, Dudung maupun nama lainnya akan bergantung pada perkembangan politik internal PSSI dan dukungan para voters menjelang kongres.


