Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi memastikan akan menggelar evaluasi menyeluruh atas performa buruk Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF (ASEAN Championship) 2026. Langkah ini diambil usai langkah Skuad Garuda terhenti secara menyakitkan di babak penyisihan grup.
Impian Indonesia melangkah ke babak semifinal resmi kandas setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menantang Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026). Hasil tersebut menempatkan Indonesia mendekam di posisi ketiga klasemen akhir Grup A dengan perolehan tujuh poin.
Gugurnya Indonesia di fase grup kali ini mengulang memori kelam edisi 2024. Ini menjadi kali kedua dalam sejarah keikutsertaan Timnas Indonesia tersingkir berturut-turut dari fase grup, mengulang rentetan hasil buruk serupa yang pernah terjadi pada edisi 2012 dan 2014.
Janji Evaluasi Total dan Permohonan Maaf PSSI
Yunus Nusi menegaskan bahwa evaluasi teknis merupakan prosedur standar PSSI seusai Timnas mengakhiri kiprah di sebuah turnamen, baik saat meraih hasil manis maupun saat menelan kegagalan.
“Kemarin saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar. Seperti yang kita lihat bersama, tim gagal melaju ke fase berikutnya usai bermain imbang dengan Singapura,” tutur Yunus Nusi dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).
“Ketua Umum PSSI (Erick Thohir) selalu rutin melakukan evaluasi. Tidak hanya saat gagal, tetapi juga ketika tim meraih prestasi seperti kemenangan atas Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita juara di Laos. Evaluasi ini dilakukan bersama Badan Tim Nasional (BTN), Exco, dan jajaran pelatih,” lanjutnya.
Atas capaian mengecewakan yang menandai kali kelima Indonesia gagal menembus fase gugur sepanjang sejarah Piala AFF, PSSI secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Tanah Air.
“PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum mampu memberikan hasil sempurna yang memuaskan,” ucap Yunus.
Soroti Absennya 14 Pemain Pilar Utama
Guna melengkapi konteks kegagalan tim, Yunus menyentuh komposisi skuad yang diboyong ke turnamen regional tersebut. Ia mengungkapkan setidaknya ada 14 pemain pilar langganan tim senior yang terpaksa absen membela Merah Putih di Piala AFF 2026.
Deretan nama besar yang absen tersebut antara lain Jay Idzes, Maarten Paes, Emil Audero, Calvin Verdonk, Mees Hilgers, Eliano Reijnders, Kevin Diks, Ole Romeny, Jens Raven, Nathan Tjoe-A-On, hingga Justin Hubner.
“PSSI menyadari ada 14 pemain hebat kita yang tidak bisa tampil di Piala AFF ini. Apabila seluruh 14 pemain ini tersedia dan bisa berlaga, saya sangat optimistis Timnas Indonesia bisa keluar sebagai juara,” tegas Yunus.
Hasil evaluasi menyeluruh dari jajaran pelatih dan pengurus ini nantinya akan dijadikan pijakan utama PSSI dalam menentukan peta jalan serta strategi Skuad Garuda menghadapi agenda internasional mendatang.


