SUMSEL — Niat tulus mencari rezeki tambahan sebagai pengemudi ojek pangkalan (opang) berubah menjadi mimpi buruk bagi Aiptu Januardo Eko Satria. Anggota Dokkes Polda Sumatera Selatan tersebut menjadi korban pembegalan sadis di kawasan Jalan Inspektur Marzuki, samping SDN 25, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, Jumat (7/8/2026).
Insiden berdarah ini bermula saat Januardo yang sedang lepas dinas menerima tawaran mengantar dua penumpang—seorang pria dan wanita—yang baru turun dari bus antarkota di Jalan Soekarno Hatta. Tanpa rasa curiga, korban membonceng kedua penumpang tersebut menuju lokasi tujuan menggunakan sepeda motor Honda Beat putih miliknya bernomor polisi BG 6384 ACK.
Nahas, kepercayaan korban dibalas pengkhianatan kejam. Di tengah perjalanan yang sepi, Januardo mendadak diserang secara brutal dari arah belakang. Tanpa ampun, pelaku menghantam kepala dan tubuh korban menggunakan kayu balok, lalu memberondongnya dengan hujanan senjata tajam.
Akibat gempuran brutal tersebut, Januardo ambruk bertumpah darah. Ia menderita empat luka tusuk tajam di perut, luka robek di bawah mata serta bibir, memar parah di kedua sisi wajah, hingga luka sayatan di sekujur tangannya. Dalam kondisi korban yang tak berdaya, para pelaku langsung melarikan diri membawa kabur sepeda motor milik korban.
Korban yang bersimbah darah segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Tak terima atas kejahatan sadis yang menimpa suaminya, istri korban, Ema Huzairoh (44), mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Minggu (9/8/2026) malam. Laporan resmi tersebut tercatat dengan nomor LP/B/2677/VIII/2026/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, membenarkan peristiwa tragis yang menimpa anggotanya tersebut saat sedang mencari penghasilan sampingan di luar jam kerja.
“Betul pelakunya begal, korban dipukul dan ditusuk,” tegas Nandang kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Nandang mengungkapkan, tim gabungan bergerak cepat merespons aksi kriminal berdarah ini dan telah berhasil membekuk satu dari kawanan pelaku.
“Informasinya satu pelaku sudah ditangkap, masih diperiksa di Polrestabes Palembang,” jelasnya.
Saat ini, penyidik Polrestabes Palembang masih mencecar pelaku yang tertangkap untuk membongkar motif penuh serta mengejar pelaku lain yang terlibat dalam aksi pembegalan sadis ini.


