JAKARTA – Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) Bank Indonesia (BI) sekaligus menjadi calon tunggal Gubernur BI definitif yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pengajuan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang diterima pimpinan DPR pada Senin, 10 Agustus 2026.
Sebelum menjalankan tugas sebagai Pjs Gubernur BI, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2024-2029. Ia ditetapkan sebagai Pjs Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur pada 26 Juli 2026, Destry kemudian dipercaya untuk menjalankan tugas kepemimpinan BI sementara hingga gubernur definitif ditetapkan.
Pengalaman panjang Destry di bidang ekonomi dan keuangan membuat namanya bukan sosok baru dalam dunia kebijakan moneter Indonesia. Sebelum bergabung dengan jajaran pimpinan BI, ia pernah berkarier sebagai ekonom, peneliti, akademisi, hingga pejabat di sejumlah lembaga keuangan dan pemerintahan.
Pendidikan Destry Damayanti
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI). Setelah itu, Destry melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, New York.
Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal dalam perjalanan profesionalnya yang banyak berkaitan dengan ekonomi makro, kebijakan publik, pasar keuangan, dan perbankan.
Destry juga memiliki pengalaman di dunia akademik. Ia pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum masuk ke jajaran pimpinan lembaga keuangan nasional.
Jejak Karier Destry Damayanti
Karier Destry di bidang ekonomi dimulai jauh sebelum dirinya menduduki posisi strategis di Bank Indonesia. Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003.
Setelah itu, Destry berkarier di sektor pasar modal sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Kedua posisi tersebut membuat Destry semakin dekat dengan dinamika pasar keuangan dan perekonomian Indonesia.
Destry juga memiliki pengalaman di pemerintahan. Pada 2014-2015, ia dipercaya sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN. Setelah itu, ia bergabung dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Anggota Dewan Komisioner untuk periode 2015-2019.
Masuk Bank Indonesia
Perjalanan Destry di Bank Indonesia dimulai pada 2019 ketika ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2019-2024. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019 dan ia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Pada 2024, Destry kembali dipercaya menduduki posisi yang sama untuk periode 2024-2029. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024. Dengan pengalaman dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry telah cukup lama berada di lingkaran pengambilan kebijakan di bank sentral.
Kini Jadi Calon Gubernur BI
Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry mendapat tugas sebagai Pjs Gubernur BI. Dalam posisi tersebut, ia memastikan Bank Indonesia tetap menjalankan fungsi dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kini, status Destry memasuki tahap baru. Presiden Prabowo Subianto telah mengajukannya sebagai satu-satunya calon Gubernur BI definitif kepada DPR pada 10 Agustus 2026. Namun, Destry belum berstatus sebagai Gubernur BI definitif karena proses pengajuan dan persetujuan masih harus berjalan di DPR.
Jika nantinya mendapat persetujuan DPR dan ditetapkan secara definitif, Destry akan memimpin Bank Indonesia dengan bekal pengalaman panjang sebagai ekonom, praktisi sektor keuangan, pejabat pemerintahan, anggota Dewan Komisioner LPS, serta Deputi Gubernur Senior BI. (ACH)