Ajang MotoGP Inggris 2026 menjadi mimpi buruk yang ingin segera dilupakan oleh juara dunia bertahan Ducati, Francesco “Pecco” Bagnaia. Usai bersusah payah mengendalikan motornya akibat degradasi ban parah di sesi Sprint, akhir pekan kelam Bagnaia makin sempurna setelah dirinya mengalami kecelakaan (crash) pada balapan utama hari Minggu (9/8/2026).
Memulai balapan dari posisi start terburuknya musim ini—yakni urutan ke-16—pria asal Italia itu sempat merangkak naik ke posisi 15 memanfaatkan insiden pebalap lain di depannya. Namun, asa untuk mencuri poin sirnah seketika saat balapan memasuki putaran ke-9 dari total 20 lap.
Pecco mendadak kehilangan kendali bagian depan motornya (lost the front) dan tersungkur keluar lintasan.
“Jujur, ini sangat aneh. Saya tidak pernah kehilangan kendali bagian depan saat baru keluar dari tikungan,” tutur Pecco Bagnaia usai balapan.
“Bahkan saat melihat data telemetry, sangat sulit menemukan penyebabnya. Satu-satunya hal yang pasti, saya kehilangan kendali bagian depan hanya dalam hitungan milidetik. Sangat aneh, tapi itulah yang terjadi. Sulit untuk diterima karena ini adalah salah satu akhir pekan tersulit saya musim ini,” lanjutnya gusar.
“Kami Bingung Harus Berbuat Apa Lagi”
Pebalap utama Ducati Lenovo itu mengungkapkan bahwa timnya sudah merombak total setelan motor sepanjang akhir pekan di Sirkuit Silverstone, namun tak kunjung menemukan jawaban atas performanya yang loyo.
“Saya sudah mencoba segalanya. Mengubah set-up hingga sektor elektronik, tapi masalahnya bukan di situ. Sejak seri pertama musim ini, saya tidak punya grip sama sekali, benar-benar nol. Kami bingung harus berbuat apa lagi, karena pebalap Ducati lainnya justru memiliki grip yang melimpah,” keluh Pecco.
Kegagalan ini terasa makin getir karena Alex Marquez (Gresini Racing) justru mampu menjadi pebalap Ducati tercepat dengan finis di posisi keempat, di belakang trio pebalap Aprilia yang mendominasi podium. Sementara itu, rekan satu tim Pecco, Marc Marquez, harus puas mengakhiri balapan di urutan ketujuh.
“Hari ini sejujurnya ada sedikit peluang untuk finis di posisi 10 besar. Namun saya sangat menderita. Kami harus segera bangkit dari situasi ini karena saya tidak ingin mengalami akhir pekan seperti ini lagi,” pungkas Pecco.


