JAKARTA β Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak keluarga besar Kementerian Agama menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan.
Pesan itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar DWP Kementerian Agama, Selasa (29/9/2026).
Menurut Nasaruddin, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mencakup keluarga, pekerjaan, perdagangan, dan kepemimpinan.
βJadi mari kita mencontoh seluruh aspek kehidupan Rasulullah Shallallahu βalaihi wasallam,β ujar Menag, Selasa (29/9/2026).
Dalam kehidupan rumah tangga, ia menyoroti pentingnya perhatian, kepedulian, serta tanggung jawab yang dijalankan bersama oleh suami dan istri.
Nilai kejujuran Rasulullah SAW juga dinilai relevan diterapkan dalam lingkungan kerja dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Nasaruddin kemudian mengaitkan keteladanan tersebut dengan kewajiban menjaga amanah serta menghindari segala sesuatu yang bukan menjadi hak.
Ia secara khusus mengingatkan keluarga Kemenag agar tidak membawa pulang barang milik kantor, meski nilainya terlihat kecil.
βJangan ada benda-benda kantor, walaupun itu tip-ex, walaupun itu printer, walaupun itu kertas, jangan ada benda-benda kantor dibawa pulang masuk ke dalam rumah,β tegasnya.
Menurut Nasaruddin, menjaga integritas harus dimulai dari kebiasaan sederhana dan dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga meminta jajaran Kemenag tidak mengambil maupun menerima sesuatu yang bukan merupakan haknya.
βJadi saya mohon kepada kita semua, mari kita mencari yang putih, yang halal, yang bersih, tidak usah mencari yang banyak tapi tidak halal,β katanya.
Selain soal amanah, Nasaruddin menekankan pentingnya membangun keluarga dengan pola hidup sederhana sesuai kemampuan.
Ia mengingatkan agar pasangan tidak dibebani tuntutan berlebihan yang berpotensi menyulitkan kehidupan rumah tangga.
Bagi Nasaruddin, kehidupan keluarga yang sederhana merupakan salah satu bentuk penerapan nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penghayatan agama dan semarak kehidupan beragama.
βPerkawinan antara penghayatan dan pendalaman, itu yang akan melahirkan khairul ummah,β ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H DWP Kemenag mengangkat tema βCinta Rasul, Keluarga Kuat dan DWP Berdampakβ.
Melalui tema tersebut, keluarga besar Kemenag diajak menerapkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial.***