Mantan rival bebuyutan Marc Marquez, Andrea Dovizioso, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi fisik sang juara bertahan MotoGP. Menurut “Dovi”, situasi kesehatan pembalap pabrikan Ducati itu jauh lebih mengkhawatirkan daripada yang terlihat di permukaan.
Sebagaimana diketahui, Marc Marquez mengalami cedera bahu yang kompleks pada GP Indonesia Oktober lalu, yang memaksanya absen di sisa musim tersebut. Meski sudah kembali membalap di musim 2026, Marquez sendiri mengakui bahwa dirinya belum bugar total.
“Motornya dalam kondisi kritis, tapi begitu juga dengan saya,” aku Marquez jujur saat berlaga di GP Amerika Serikat baru-baru ini.
Fisik yang Belum Pulih & Dominasi Aprilia
Hingga seri ketiga musim 2026, Marquez belum sekalipun menapakkan kaki di podium balapan utama (Grand Prix). Ia memang sempat mencicipi kemenangan di sesi Sprint, namun dominasi Ducati secara umum tampak meredup di bawah bayang-bayang Aprilia yang menyapu bersih tiga kemenangan awal musim ini.
Dalam wawancaranya bersama media Italia, Moto.it, Dovizioso meyakini ada beban berat yang disembunyikan Marquez.
“Marc bukan tipe pembalap yang suka mengeluh atau mencari alasan,” ujar Dovizioso. “Itulah mengapa kebenaran tentang kondisinya sering kali dianggap remeh oleh orang-orang yang tidak mendukungnya. Namun menurut saya, situasinya jauh lebih serius.”
Keterbatasan yang “Tanpa Solusi”
Dovizioso, yang tiga kali menjadi runner-up di bawah Marquez (2017-2019), menilai bahwa kemenangan Marquez di kejuaraan tahun lalu adalah sebuah keajaiban karena ia sebenarnya tidak berada dalam kondisi 100 persen.
“Dia masih punya banyak PR dalam pemulihan fisik. Dan mungkin, kecelakaan di Indonesia semakin memperparah keterbatasan pada lengan kanannya, yang saya yakini sudah tidak ada solusinya,” tegas pria yang kini menjadi pembalap penguji Yamaha tersebut.
Dovizioso menambahkan bahwa balapan di Austin (Circuit of the Americas) adalah bukti nyata. Di lintasan favoritnya tersebut, tempat di mana Marquez biasanya mampu membuat perbedaan besar, ia justru tak berdaya.
Jeda Panjang Menuju Spanyol
Meskipun tim medis sempat menyatakan bahwa cedera bahu di Indonesia tidak memperparah cedera tulang humerus lama dari tahun 2020, namun masa pemulihan Marquez diprediksi akan memakan waktu lama.
Kabar baiknya, Marquez kini memiliki waktu istirahat tambahan untuk fokus pada pemulihan bahunya sebelum seri Spanyol dimulai. Hal ini terjadi setelah GP Qatar terpaksa ditunda akibat pecahnya konflik perang di Iran.
Akankah jeda panjang ini cukup bagi sang “Alien” untuk kembali ke performa terbaiknya, ataukah prediksi suram Dovizioso tentang keterbatasan fisik yang permanen akan menjadi kenyataan? Paddock MotoGP kini tengah menanti jawabannya di sirkuit Jerez nanti.