KUALA LUMPUR – Ajang Malaysia Masters 2026 memasuki babak 8 besar pada hari ini, Jumat (22/5/2026).
Di mana dua wakil terakhir Indonesia tersisa di sektor tunggal putra, Jonatan Christie dan Mohammad Zaki Ubaidillah.
Keduanya menjadi tumpuan akhir menjaga kehormatan Merah Putih di tengah persaingan ketat para bintang bulu tangkis dunia di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.
Turnamen BWF Super 500 ini memainkan babak perempat final mulai pukul 08.00 WIB bisa disaksikan melalui platform Vidio dan link live streaming di laman resmi BWF.
Kondisi kontingen Indonesia
Dari total 18 wakil yang dikirim, Indonesia kini hanya menyisakan dua pemain di babak 8 besar.
Keduanya berasal dari nomor tunggal putra yaitu Jonatan Christie yang berstatus unggulan keempat dan talenta muda Mohammad Zaki Ubaidillah.
Lolosnya Jojo dan Ubed sekaligus menegaskan bahwa sektor tunggal putra masih menjadi sandaran utama Indonesia di tengah hasil kurang memuaskan yang dialami wakil lain, salah satunya tersingkirnya Anthony Ginting di babak 16 besar.
Kondisi ini membuat beban mental dan ekspektasi publik terpusat pada Jojo dan Ubed yang harus tampil solid sejak awal laga untuk menghindari kejutan dari lawan‑lawan berat yang dihadapi di perempat final.
Apabila keduanya mampu melangkah ke semifinal dan kemudian sama‑sama menang, peluang terciptanya all Indonesian final di nomor tunggal putra terbuka lebar karena mereka berada di bagan berbeda dan baru bisa bertemu di partai puncak.
Profil dan tantangan Jonatan Christie
Jonatan Christie datang ke babak 8 besar dengan status unggulan keempat, berbekal pengalaman panjang di turnamen kelas dunia dan reputasi sebagai salah satu tunggal putra top Indonesia yang kuat secara fisik maupun mental dalam laga‑laga penting.
Di perempat final, Jojo akan berhadapan dengan wakil China, Hu Zhe An, pemain muda berusia 19 tahun yang digadang‑gadang sebagai calon bintang masa depan bulu tangkis Negeri Tirai Bambu berkat permainan agresif dan stamina prima.
Duel ini akan menjadi pertemuan pertama keduanya sehingga adaptasi cepat terhadap pola serangan dan pertahanan lawan bakal sangat menentukan ritme pertandingan sejak gim pembuka.
Dari sisi peringkat dunia BWF memang terpaut jauh, dimana Jojo di posisi ke-5 sedangkan Hu Zhe di posisi ke-69. Namun demikian kenyataan di lapangan akan lebih banyak berbicara.
Bagi Jonatan, kunci laga ada pada kemampuan mengontrol tempo, memperbanyak reli yang menguras konsentrasi Hu, sekaligus meminimalkan error sendiri agar tidak memberi kepercayaan diri tambahan kepada lawan yang masih minim pengalaman di laga besar.
Profil dan ujian berat Mohammad Zaki Ubaidillah
Berbeda dengan Jojo yang sudah mapan di level elite, Mohammad Zaki Ubaidillah datang ke Malaysia Masters 2026 sebagai wajah baru yang perlahan mencuri perhatian berkat keberaniannya bermain terbuka dan agresif meladeni pemain‑pemain berpengalaman.
Di babak 8 besar, Ubed akan menghadapi salah satu lawan terberat di turnamen ini, wakil Prancis Christo Popov yang berstatus unggulan ketiga dunia dan dikenal memiliki speed, variasi serangan, serta transisi bertahan‑menyerang yang sangat cepat.
Laga ini menjadi pertemuan perdana antara keduanya, sehingga Ubed dituntut disiplin dalam menerapkan strategi, menjaga fokus di setiap poin, dan memperkecil celah serangan yang bisa dimanfaatkan Popov.
Peringkat dunia BWF keduanya cukup berjarak, dimana Ubed saat ini di posisi ke-38 sedangkan Popov sudah menanjak ke posisi ke-4.
Tantangan kian berat karena Popov baru saja mengeliminasi tunggal putra utama Indonesia, Anthony Ginting, di babak 16 besar dengan kemenangan dua gim langsung, yang menunjukkan betapa berbahayanya kualitas permainan sang pemain Prancis.
Potensi all Indonesian final tunggal putra
Secara bagan, Jonatan Christie dan Mohammad Zaki Ubaidillah berada di jalur berbeda sehingga keduanya tidak akan saling berhadapan di semifinal dan baru mungkin bertemu jika sama‑sama berhasil menembus final.
Skenario ini menjadi harapan terbesar publik bulu tangkis Indonesia, karena all Indonesian final tidak hanya menjamin gelar juara bagi Merah Putih, tetapi juga menandai keberhasilan regenerasi antara sosok senior seperti Jojo dan pemain muda seperti Ubed.
Namun untuk sampai ke sana, keduanya harus lebih dulu melewati lawan‑lawan berat di 8 besar yang memiliki karakter permainan berbeda, mulai dari tipikal menyerang agresif, reli panjang, hingga permainan net yang rumit.
Momentum dan kepercayaan diri akan sangat menentukan, sehingga kemenangan di perempat final bukan hanya soal tiket semifinal tetapi juga bahan bakar psikologis untuk menghadapi laga berikutnya.
Jadwal laga perempat final Malaysia Masters 2026, Jumat (22/5/2026), mulai pukul 08.00 WIB:
Lapangan 1
- Match 1, WS: Chen Yufei (China/unggulan 1) vs Pornpawee Chochuwong (Thailand).
- Match 2, MS: Li Shifeng (China/unggulan 5) vs Toma Junior Popov (Prancis).
- Match 3, WS: K. Letshanaa (Malaysia) vs Hina Akechi (Jepang).
- Match 4, WD: Chen Yu Pei/Lin Sun (Taiwan) vs Bao Li Jing/Cao Zhi Hu (China).
- Match 5, MS: Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) vs Lu Guang Zu (China).
- Match 6, XD: Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin (Taiwan) vs Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Denmark/unggulan 4).
- Match 7, MD: Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/unggulan 1) vs Hu Kai Yuan/Lin Xiang Yi (China).
- Match 8, XD: Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin (China/unggulan 8) vs Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia/unggulan 2).
Lapangan 2
- Match 1, MD: Junaidi Arif/Yap Roy King (Malaysia/unggulan 5) vs Chen Zhi Yi/Presley Smith (Amerika Serikat).
- Match 2, WD: Lauren Lam/Allison Lee (Amerika Serikat/unggulan 8) vs Luo Xu Min/Wang Ting Ge (China).
- Match 3, MD: Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (Denmark/unggulan 6) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang/unggulan 2).
- Match 4, WS: Line Christophersen (Denmark/unggulan 5) vs Ratchanok Intanon (Thailand/unggulan 2).
- Match 5, XD: Panitchaphon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) vs Chan Yin Chak/Ng Tsz Yau (Hong Kong).
- Match 6, MD: Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia/unggulan 3) vs Kenya Kumagai/Hiroki Nishi (Jepang/unggulan 8).
Lapangan 3 (termasuk Jojo dan Ubed)
- Match 1, WD: Ornnicha Jongsathapornparn/Sukitta Suwachai (Thailand) vs Sayaka Hirota/Yuki Fukushima Sakuramoto (Jepang).
- Match 2, MS: Jonatan Christie (Indonesia/unggulan 4) vs Hu Zhe An (China).
- Match 3, WS: Line Kjaersfeldt (Denmark/unggulan 8) vs Anupama Upadhyaya Chaliha (India).
- Match 4, MS: Mohammad Zaki Ubaidillah (Indonesia) vs Christo Popov (Prancis/unggulan 3).
- Match 5, WD: Chen Fang Hui/Luo Xu Min (China/unggulan 6) vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang/unggulan 2).
- Match 6, XD: Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China/unggulan 3) vs Presley Smith/Jennie Gai (Amerika Serikat).***