Senin sore yang tenang di perbatasan Sidoarjo-Surabaya mendadak berubah menjadi mencekam. Sebuah ledakan dahsyat yang bersumber dari area pabrik PT Great Wall Steel (GWS) di Desa Janti, Waru, menggegerkan warga hingga radius kilometer. Getarannya yang kuat sempat dikira bom oleh penduduk setempat, memicu kepanikan massal di tengah aktivitas warga menjelang waktu Asar.
Dentuman memekakkan telinga merobek kesunyian di kawasan Waru, Sidoarjo, pada Senin sore (6/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Ledakan yang berasal dari pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) ini begitu kuat hingga getarannya terasa sampai ke wilayah Surabaya Selatan, seperti Menanggal dan Kutisari.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, mengonfirmasi bahwa dua orang berinisial P dan R menjadi korban dalam insiden ini. Keduanya telah dilarikan ke rumah sakit setelah terkena hantaman material ledakan.
Kronologi: Petaka di Ujung Las Blender
Berdasarkan investigasi awal, petaka bermula saat korban P tengah melakukan aktivitas pemotongan besi menggunakan las blender. Tanpa diduga, objek besi tersebut meledak hebat. Serpihan logam yang meluncur dengan kecepatan tinggi menyambar tubuh P dan mengenai rekannya, R, yang berada di dekat lokasi.
“Personel gabungan sebanyak 20 orang dari Polresta Sidoarjo dan Polsek Waru sudah diterjunkan untuk mengamankan TKP dan mengevakuasi korban,” ujar Kombes Jules Abraham Abast.
Warga Mengira Bom, Tim Jibom Diterjunkan
Saking dahsyatnya suara yang dihasilkan, warga di perumahan sekitar seperti Rewwin, Wage, hingga kawasan Jalan Ahmad Yani Surabaya sempat mengira telah terjadi ledakan bom. Ketakutan warga memuncak saat bau menyengat menyerupai bubuk mesiu memenuhi udara, disusul laporan jatuhnya benda asing berupa potongan besi panas di atap rumah penduduk.
“Suaranya menggelegar sekali, pintu rumah saya sampai bergetar hebat. Kami semua keluar rumah karena bingung cari sumber suaranya,” tutur Yanto, salah satu warga Rewwin yang masih tampak syok.
Mengingat daya ledak yang luar biasa, Polda Jatim tidak mau berspekulasi. Unit Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Jatim langsung dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada unsur bahan peledak lain dan menyisir area pabrik guna memastikan keamanan lingkungan.
Selain melukai pekerja, ledakan ini dilaporkan merusak sejumlah perabotan di rumah warga sekitar akibat getaran yang dihasilkan. Saat ini, tim ahli sedang melakukan olah TKP mendalam untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian prosedur keselamatan kerja (K3) dalam aktivitas pengelasan tersebut.
Pihak kepolisian berjanji akan segera menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyebab pasti mengapa material besi tersebut bisa meledak sedemikian hebatnya hingga menggetarkan dua kota sekaligus.