JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa “babak baru sedang muncul di Teluk Persia dan Selat Hormuz” menyusul apa yang disebutnya sebagai “kegagalan memalukan Amerika dalam rencananya sendiri.”
Dalam pernyataan memperingati Hari Teluk Persia Nasional yang disiarkan Kantor Berita Tasnim, Khamenei menggambarkan masa depan kawasan sebagai “masa depan cemerlang tanpa Amerika,” sembari menegaskan bahwa orang asing “tidak punya tempat di Teluk kecuali di dasar perairannya.”
“Hari ini, dua bulan setelah kampanye dan agresi terbesar di dunia di kawasan ini dan kegagalan memalukan Amerika dalam rencananya sendiri, babak baru muncul di Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujarnya, dilansir Türkiyetoday, Kamis (30/4/2026).
Ia menyebut Teluk Persia sebagai karunia Allah yang tak tergantikan bagi bangsa Muslim, khususnya rakyat Iran, dan bagian dari identitas serta peradaban kawasan. Dalam pidato yang paling provokatif, Khamenei menegaskan bahwa kehadiran asing, terutama Amerika, adalah sumber ketidakamanan utama.
“Dengan kekuatan ilahi, masa depan cemerlang kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika dan untuk melayani kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan bangsa-bangsanya,” katanya.
Khamenei juga menyinggung sejarah panjang perlawanan Iran terhadap kekuatan asing, mulai dari pengusiran Portugis dari Hormuz pada 1622, kolonialisme Belanda dan Inggris, hingga kini menghadapi Amerika Serikat yang ia sebut sebagai “agresi Setan Besar.”
Ia menegaskan bahwa Revolusi Islam menjadi titik balik perlawanan tersebut, dan bahwa Iran akan mengamankan Teluk Persia serta menghapus penyalahgunaan jalur vital itu oleh musuh.