JAKARTA – Kolombia berhasil memastikan langkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Republik Demokratik Kongo.
Namun sorotan utama justru tertuju kepada Luis Diaz yang mengalami malam penuh frustrasi meski timnya meraih hasil positif.
Penyerang sayap andalan Kolombia itu menjadi pusat permainan sepanjang pertandingan dan terlibat dalam hampir seluruh serangan berbahaya yang dibangun tim asuhan Nestor Lorenzo.
Meski tampil aktif dan beberapa kali mengancam pertahanan lawan, Diaz harus menerima kenyataan pahit setelah dua gol yang ia ciptakan dalam rentang waktu singkat dianulir oleh wasit.
Momen menyakitkan pertama terjadi pada menit ke-79 ketika aksi individu memukau Diaz yang diakhiri penyelesaian akhir tenang berhasil menjebol gawang Kongo.
Namun gol tersebut dibatalkan karena pelanggaran yang lebih dulu terjadi dalam proses serangan.
Belum sempat melupakan kekecewaan tersebut, satu menit kemudian pemain Bayern Munchen itu kembali menemukan jalan menuju gawang lawan melalui sepakan melengkung keras yang bersarang di sudut gawang setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah.
Gol kedua itu sempat memicu selebrasi sebelum akhirnya kembali dianulir karena Diaz dinilai bergerak terlalu cepat dan terjebak posisi offside.
Keputusan tersebut membuat pemain berusia 29 tahun itu tampak tak percaya, bahkan sempat menjatuhkan diri ke lapangan sambil meluapkan emosinya karena peluang emas kembali sirna.
Sepanjang pertandingan, Diaz tercatat lima kali terperangkap offside, sebuah catatan yang menjadikannya pemain dengan jumlah offside terbanyak dalam satu laga Piala Dunia dalam kurun 12 tahun terakhir.
Statistik tersebut menjadi rekor yang tentu tidak ingin dimiliki oleh mantan bintang Liverpool tersebut.
Dari sisi performa individu, laga melawan Kongo juga bukan penampilan terbaik Diaz karena meski melepaskan lima tembakan dan menciptakan dua peluang penting bagi rekan setim, efektivitasnya masih belum maksimal.
Diaz hanya mampu menyelesaikan satu dari tiga percobaan dribel yang ia lakukan sepanjang pertandingan.
Di tengah malam yang sulit bagi Diaz, Kolombia tetap memiliki alasan besar untuk merayakan kemenangan berkat gol tunggal Daniel Munoz pada menit ke-76.
Bek Crystal Palace itu kembali menunjukkan ketajamannya setelah sukses mencetak gol kedua dalam dua pertandingan terakhir bersama Los Cafeteros.
Gol Munoz sekaligus memastikan Kolombia mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2014.
Pencapaian tersebut mengingatkan publik pada perjalanan bersejarah Kolombia di Brasil 2014 ketika James Rodriguez tampil sensasional dan membawa negaranya mencatatkan salah satu kisah paling berkesan dalam turnamen tersebut.
Bagi Diaz sendiri, Piala Dunia 2026 menjadi panggung besar untuk membuktikan kualitasnya di level internasional setelah menjalani musim terbaik sepanjang karier profesionalnya bersama Bayern Munchen.
Selama musim 2025/2026, pemain kelahiran Barrancas itu mencatatkan 26 gol serta 19 assist di seluruh kompetisi dan membantu Bayern meraih gelar ganda domestik.
Meski sempat mengalami pasang surut performa saat membela Liverpool beberapa musim lalu, kualitas dan kreativitas Diaz tetap menjadikannya salah satu pemain paling berbahaya yang dimiliki Kolombia saat ini.
Dengan Kolombia kini melangkah ke fase gugur, Diaz memiliki kesempatan untuk menebus malam yang penuh kekecewaan sekaligus menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik Amerika Selatan di panggung sepak bola dunia.
Hingga matchday kedua Grup K, Kolombia memimpin dengan poin enam, disusul Portugal dengan poin empat, lalu RD Kongi poin satu dan Uzbekistan yang sudah dipastikan tersingkir.
Laga matchday akan sengit karena Kolombia akan bertemu Portugal, perebutan juara grup. Lalu RD Kongo akan bertemu Uzbekistan secara serentak pada Minggu (28/6/2026) pukul 06.30 WIB.***


