Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo sukses memantik histeria dan antusiasme luar biasa. Dari ribuan peserta yang memadati lokasi, sorot kebahagiaan paling mendalam terpancar dari wajah para delegasi asal ujung timur Indonesia, Provinsi Papua Barat Daya.
Bagi mereka, ajang berskala nasional ini bukan sekadar pameran tahunan, melainkan panggung pembuktian sekaligus momen bersejarah untuk berdialog langsung dengan kepala negara.
Misi Besar Provinsi Termuda: Serap Ilmu dan Teknologi Agribisnis
Petrus menegaskan, status sebagai provinsi paling bontot di Indonesia tidak membuat nyali para petani Papua Barat Daya ciut. Sebaliknya, gelaran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ini dijadikan bahan bakar motivasi pembakar semangat yang sangat besar bagi wilayah timur.
Ada beberapa target utama yang dibawa oleh kontingen Papua Barat Daya dalam gelaran kali ini:
-
Ajang Kompetisi: Berani unjuk gigi dan mengambil bagian dalam berbagai perlombaan sektor pertanian tingkat nasional.
-
Transfer Teknologi: Berburu dan menyerap ilmu mutakhir seputar perkembangan teknologi agribisnis dari daerah-daerah yang sudah maju.
Memutus Kesenjangan, Berdiri Sejajar dengan Saudara Seranah
Langkah membawa langsung para petani lokal dari Sorong ke Gorontalo diakui Petrus sebagai investasi jangka panjang. Ia ingin para petani asli Papua pulang dengan membawa paradigma baru dan pengalaman berharga.
“Kami membawa para petani untuk mereka belajar secara langsung di sini. Tujuannya besar, supaya kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan mereka bisa segera berkembang dan berdiri sejajar dengan saudara-saudara tani lainnya di seluruh Indonesia,” pungkas Petrus penuh optimisme.