Di hadapan para pelaku industri dan jajaran pejabat negara, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kebangsaan yang mendalam saat menghadiri peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Prabowo mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan potensi raksasa dan kelimpahan sumber daya alam yang dimiliki negeri ini, yang acap kali justru diabaikan oleh bangsanya sendiri.
“Negara kita ini sangat besar. Kadang-kadang saking besarnya, kita tidak sadar betapa besarnya negara kita. Negara kita ini sangat kaya, saking banyaknya kekayaan kita, kadang-kadang kita tidak sadar betapa kayanya kita,” tutur Prabowo dengan nada menggugah.
Refleksi Perjuangan dan Peringatan Penting untuk Generasi Muda
Dalam pidatonya, Prabowo mengajak publik merenungkan perjalanan sejarah bangsa. Meski tergolong relatif muda sejak memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia harus melalui fase-fase berat pertumpahan darah akibat rongrongan para penjajah yang enggan melepas cengkeramannya.
Berangkat dari jejak sejarah tersebut, Kepala Negara mewanti-wanti generasi muda agar tidak sekali-kali melupakan sejarah perjalanan bangsa. Menurutnya, pemahaman akan masa lalu adalah kunci untuk menjaga kedaulatan di masa depan.
“Ingat pesan saya: bangsa yang tidak mengerti sejarahnya sendiri akan dihukum oleh sejarah itu sendiri,” tegas Prabowo.
“Ramah Adalah DNA Kita, Namun Saatnya Bangsa Ini Lebih Matang”
Prabowo menegaskan bahwa jiwa besar bangsa Indonesia tercermin dari sikap ramah dan terbuka kepada siapapun. Kendati demikian, keramahan tersebut tidak boleh dijadikan celah oleh pihak luar untuk terus menjarah kekayaan alam Indonesia yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Saudara-saudara, tidak pernah saya mengajarkan untuk membenci bangsa lain. Kebaikan dan keramahan itu sudah menjadi DNA bangsa kita. Namun, kita juga harus sadar akan potensi diri,” lanjutnya.
Mengakhiri orasinya, Presiden menekankan bahwa Indonesia era kini telah bertransformasi menjadi negara yang jauh lebih bijaksana dan berdikari. Penguasaan teknologi seperti produksi motor listrik nasional menjadi bukti nyata bahwa Indonesia kini siap mengelola kekayaannya sendiri.
“Sekarang kita sudah jauh lebih matang sebagai negara. Sekarang kita sudah jauh lebih matang sebagai sebuah bangsa besar,” pungkas Prabowo optimistis.



