JAKARTA — Ancaman El Nino 2026 tidak membuat pemerintah lengah karena stok pangan nasional kini disiapkan jauh lebih kuat dibandingkan menjelang krisis 2023.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut El Nino telah memasuki kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat pada Agustus hingga September.
Kondisi tersebut berisiko membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dan panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah mengantisipasinya dengan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang seluruh pasokannya berasal dari produksi dalam negeri.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pengalaman menghadapi El Nino menjadi modal penting bagi Indonesia.
“Dulu pernah El Nino (tahun) 2016, kita selamat. Jadi dulu saja dalam waktu singkat, kita bisa bisa bertahan. Apalagi sekarang dengan pengalaman El Nino 3 kali.”
“Tapi (El Nino) 2023 dan 2024, itu persiapan agak kurang, sehingga impornya 7 juta ton. Sekarang kita sudah persiapkan El Nino, stok (CBP) kita 5,2 juta ton,” ucap Amran dalam keterangan resmina pada Kamis (13/8/2026).
Data Bapanas menunjukkan stok CBP pada awal September 2023 hanya sekitar 1,52 juta ton sebelum El Nino mencapai puncaknya.
Kini, stok tersebut telah melonjak menjadi 5,25 juta ton per 12 Agustus 2026 atau meningkat sekitar 245,4 persen dibandingkan 2023.
Penguatan stok dilakukan sejak 2025 melalui percepatan penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog dari berbagai kualitas hasil panen.
Kebijakan serap gabah tersebut sekaligus ditujukan untuk menjaga pendapatan petani ketika kualitas gabah terdampak kondisi cuaca.
“Setelah diserap, kan nanti yang melakukan processing adalah Bulog. Kalau berasnya kadar airnya tinggi, diambil alih beban petani itu.”
“Justru kalau tidak diserap, petani ini sangat resisten, dia sangat rentan untuk berubah menjadi bangkrut. Ini mesti dijaga dengan hadirnya Bulog itu untuk petani 115 juta orang,” kata Amran.
Kinerja harga di tingkat petani juga menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026 hingga Juli.
BPS mencatat indeks harga yang diterima petani mencapai 151,10 pada Juli 2026, sekaligus menjadi level tertinggi dalam catatan terbaru.
“Hadir bulog itu untuk bagaimana menstabilkan harga, bagaimana menjaga kesejahteraan petani, kemudian menjaga harga di konsumen.”
“Ini Bulognya berfungsi. Ini petani kita. Ini orang Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan mereka bangkrut,” tambah Amran.
Amran menyebut potensi penurunan mutu beras akibat kebijakan serap gabah any quality masih dapat ditangani Bulog.
“Kalau ada yang turun mutu, katakanlah kemarin ada 5 ribu ton, dibagi 5,2 juta ton, itu 0,00 sekian persen. Tidak signifikan.”
“Misalkan kita simpan beras di rumah saja yang cuma 1 karung, memang biasanya ada yang rusak. 1 liter, 2 liter. Apalagi ini 5,2 juta ton dan pertama terbesar dalam sejarah,” jelas Amran.
“Insya Allah Bulog masih bisa profit. Ini tahun, ini profit. Ini kan Bulog hadir untuk negara, untuk rakyat Indonesia, untuk petani, untuk konsumen,” imbuh dia.
Penguatan cadangan pangan juga tidak hanya menyasar beras, tetapi mencakup sejumlah komoditas strategis lainnya.
Cadangan Pangan Pemerintah dikelola melalui Bulog dan ID FOOD untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga saat pasokan terganggu.
Saat ini, cadangan jagung tercatat 159 ribu ton setelah sebelumnya masih nihil pada September 2023.
Cadangan daging ayam ras juga meningkat menjadi 38 ton atau tumbuh 138,4 persen dibandingkan posisi sebelum El Nino 2023.
Bapanas turut mencatat cadangan gula konsumsi sebanyak 2 ribu ton dan minyak goreng sekitar 1 ribu kiloliter.
Sementara itu, stok telur ayam mencapai 6 ton dan daging sapi berada di level 3 ton.
Sebagian besar cadangan pangan tersebut berasal dari hasil penyerapan produksi petani dan pelaku usaha pangan dalam negeri.
Jika dibandingkan dengan September 2023, kondisi cadangan pangan saat ini dinilai jauh lebih siap menghadapi tekanan cuaca ekstrem.
Pemerintah berharap penguatan stok tersebut mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi petani dan konsumen sepanjang El Nino 2026.***



